Kediri

Pembunuhan Baidowi Di Kediri Diawali Dengan Jebakan Melalui Pesan HP Oleh Pelaku

Korban diajak bertemu setelah dihubungi melalui pesan yang dilakukan dengan HP milik istri pelaku.

Pembunuhan Baidowi Di Kediri Diawali Dengan Jebakan Melalui Pesan HP Oleh Pelaku
kompas.com
Ilustrasi Pembunuhan 

SURYAMLANG.COM, KEDIRI - Kasus pembunuhan yang menimpa Baidhowi (40) diduga telah direncanakan oleh tersangka AM (34). Korban diajak bertemu setelah dihubungi melalui pesan yang dilakukan dengan HP milik istri pelaku.

Sumber suryamalang.com, yang dihubungi Jumat (23/11/2018) menyebutkan, melalui pesannya AM menulis mengajak korban bertemu di lokasi dekat rumpun bambu yang menjadi lokasi TKP pembunuhan Dusun Nglaban Desa Maron Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri.

Korban yang tidak menyadari telah dijebak oleh pelaku kemudian mendatangi lokasi. Begitu korban sampai di TKP langsung diserang oleh AM menggunakan senjata celurit dengan motif bulu ayam.

Lokasi tempat pembunuhan berada di rerimbunan pohon bambu. Pada malam hari kondisinya sangat gelap.
Untuk mengusut kasus pembunuhan ini petugas telah mengamankan barang bukti HP milik korban dan pelaku.

Petugas telah memeriksa dua orang saksi yakni Siti Juwariyah (29) istri pelaku warga Dusun Semen, Desa Datengan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri.

Serta Gunawan (30 ) warga Dusun Nglaban, Desa Maron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri.
Dari hasil olah TKP ditemukan sebuah HP merk Nokia warna merah muda, sebungkus rokok, sepasang sandal warna hitam milik korban dan sepasang sandal warna hijau besar milik tersangka.

Ditemukan juga sepasang sandal warna hijau kecil milik saksi Siti Juwariyah yang juga istri tersangka dan kunci sepeda motor serta korek gas di saku korban.

Sementara barang bukti yang diamankan dari tersangka berupa sebuah HP merk Nokia warna hitam. Sedangkan celurit model bulu ayam diserahkan oleh saksi Gunawan.

Kasat Reskrim Polresta Kediri, AKP Andy PM saat dikonfirmasi menyebutkan, motif pembunuhan berlatar belakang masalah asmara. "Pelaku merasa cemburu dan sakit hati karena istri pelaku dicurigai selingkuh dengan korban," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya Baidhowi ditemukan tewas dengan kondisi tubuh bersimbah darah di bawah rimbun bambu Dusun Nglaban, Desa Maron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved