Surabaya

Ternyata Gara-Gara Facebook, Anggota PPS di Sampang Madura Tewas Ditembak

Anggota PPS itu ditembak pada Rabu (21/11/2018), namun korban korban meninggal, Kamis (22/11/2018) kemarin sekira pukul 16.05 WIB.

Ternyata Gara-Gara Facebook, Anggota PPS di Sampang Madura Tewas Ditembak
imgkid.com
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA -Subaidi warga Dusun Pandian, Desa Tamberu Timur Sokobanah, anggota PPS (Panitia Pemungutan Suara) Sampang Madura tewas ditembak.

Pria 40 tahun itu mengalami luka tembak di bagian dada hingga akhirnya tewas usai dirawat di RSUD dr Soetomo.

Anggota PPS itu ditembak pada Rabu (21/11/2018), namun korban korban meninggal, Kamis (22/11/2018) kemarin sekira pukul 16.05 WIB.

Baca: Link Live Streaming Persib Bandung Vs Perseru, Jumat Ini 18.30 WIB, Maung Bandung Lawan Rekor Buruk

Baca: Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2018, Menpora : Saya Tunggu Pernyataan Ketum PSSI

Baca: Dua Pedagang Duel di Kawasan Roma, Kota Malang, Lapak Pedagang Berantakan

Terkait peristiwa anggota PPS di Sampang Madura yang tewas ditembak ini Kepolisian Daerah Jawa Timur memastikan aksi menembakan terhadap Subaidi (40) itu bukan soal pemilu.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menjelaskan kesimpulan sementara pemicu penganiayaan hingga berujung penembakan yaitu pelaku tersinggung postingan korban di media sosial Facebook.

"Senjata rakitan peluru organik yang menembus dada sebelah kiri dan tembus ke belakang," ungkapnya.

Barung mengatakan pihaknya sudah mengupayakan korban untuk dirawat di RSUD dr Soetomo. 

"Kami harap masyarakat di Sampang percayakan kepada Kepolisian supaya tidak sampai merembet ke persoalan lainnya," jelasnya.

Sebelumnya, Polisi menangkap pelaku penembakan Idris (30) warga Desa Tamberu Laok Kecamatan Sokobana Kabupaten Sampang Madura.

Pelaku diduga melakukan penembakan terhadap Subaidi (40) anggota PPS (Panitia Pemungutan Suara).

Saat itu, korban berada di jalan menuju ke rumah pasien yang akan pasang gigi.

Tiba-tiba ditengah jalan korban dan pelaku bertemu hingga berujung penganiayaan.

Korban ditolong warga dan dibawa ke Puskesmas Tamberu Barat pengawalan anggota Polsek Sokobanah.

Adapun barang bukti diamankan motor Nopol M 4384 PU, warna hitam berikut helm warna hitam milil korban, jaket kulit warna hitam milik korban, ponsel merek Vivo kondisi rusak berlubang diduga bekas tembakan.

Tas warna hitam berisi peralatan gigi dan ranting dan daun yang ada noda warna merah diduga darah. (don).

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved