Breaking News:

Malang Raya

Kreativitas Mahasiswa Unisma Ditampilkan dalam Gebyar Seni di Gedung Bundar

Gebyar seni mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma) sebagai kegiatan inagurasi mahasiswa baru 2018 diadakan di Gedung Bundar, Minggu (25/11/2018)

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Tampilan mahasiswa FIA Universitas Islam Malang (Unisma), Minggu (25/11/2018). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Gebyar seni mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma) sebagai kegiatan inagurasi mahasiswa baru 2018 diadakan di Gedung Bundar, Minggu (25/11/2018). Acara itu ditonton ribuan mahasiswa dan dibuka oleh Rektor Prof Dr Masykuri Bakri MSi.

Ia mengapresiasi kegiatan mahasiswa dan mendorong mereka meningkatkan kreativitas. "Jangan hanya kuliah saja. Tapi isi juga dengan kegiatan yang kreatif agar bisa bermanfaat di masyarakat," pesannya pada ribuan mahasiswa.

Selain di UKM, mahasiswa bisa membentuk grup-grup sendiri. "Unisma menyiapkan Rp 500 juta untuk kreatifitas mahasiswa," kata Masykuri. Bisa dengan ide-ide atau pemikiran lewat proposal dan direview dan bisa dibiayai minimal Rp 5 juta. Jika bagus bisa mendapatkan Rp 10 juta sampai Rp 15 juta.

"Semua tergantung mahasiswa apa mau mengambil kesempatan itu. Di era digital ini, yang dibutuhkan adalah kreativitas dan produktifitas yang tinggi. Karena itu masa kuliah empat tahun manfaatkan sebaik-baiknya," ujar rektor.

Di acara itu, ia juga menyampaikan tata cara berbusana yang baik dan sopan sesuai ciri Islam nusantara di kampus Unisma yang akan diberlakukan mulai 1 Desember 2018.

"Wakil Ketua MPR Dr Ahmad Basarah mengapresiasinya. Jangan sampai terpengaruh dengan negara lain," katanya.

Tata cara busana di kampus Unisma juga di luar kampus saat membawa nama kampus diatur dalam peraturan rektor yang sudah disosialisasikan kepada civitas akademi. Dikatakan, Unisma memiliki pembeda sendiri sebagai tradisi Unisma dan tidak mengikuti tradisi orang lain atau negara lain.

Masykuri juga menyatakan, Unisma memiliki kerjasama 24 negara, namun yang aktif masih 11 negara. Kerjasama itu diharapkan juga dimanfaatkan mahasiswa untuk aktif ikut kegiatan internasional selain nasional.

"Jika perlu pembina-pembina agar dapat berprestasi, kita siap membiayai," kata dia.

Sementara itu, gebyar mahasiswa Unisma dimulai dengan tampilan Paduan Suara (PS) Bunga Almamater. Mereka menampilkan dua lagu yaitu Rek Ayo Rek dan Bunga Jeumpa. Mereka mendapat sambutan hangat dari mahasiswa. Kemudian dilanjutkan tampilan mahasiswa FIA berupa kolaborasi musik dan tari. Mereka memainkan gamelan.

Yang unik, seorang pemain gamelan, Opek, menutup matanya dengan kain hitam. Ditanya MC acara, Opek menyatakan grupnya berlatih selama enam hari. "Kami latihan selama enam hari sampai malam hari di sanggar di Desa Beji, Kota Batu," ungkapnya.

Sedang Fakultas Pertanian menampilkan teatrikal musik, tari dan puisi. Keunikannya pada tampilan band modern. Sedang FEB menampilkan tari. Diawali dengan orang-orangan sawah dan perempuan petani pergi ke sawah dengan iringan cuitan burung dari alat musik. Fakultas lainnya juga tampilkan kreativitasnya.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved