Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi Ungkap Gaji Luis Milla Rp 30 Miliar setahun, Termahal di Asia Tenggara

Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi Ungkap Gaji Luis Milla Rp 30 Miliar setahun, Paling Mahal se Asia Tenggara

Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi Ungkap Gaji Luis Milla Rp 30 Miliar setahun, Termahal di Asia Tenggara
Instagram
Pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla. 

SURYAMALANG.com, Jakarta - Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi akhirnya buka suara terkait nasib Luis Milla di Indonesia, Senin 26 November 2018.

Dalam sebuah wawancara dengan TV One yang kemudian dikutip tribunnews dalam artikel "Kata Edy Rahmayadi Soal Luis Milla: Gaji Rp 30 Miliar Setahun, PSSI Merasa Dibohongi", Edy mengungkapkan kekecewaannya terhadap Luis Milla.

"Banyak pemberitaan bahwa PSSI tidak mampu menggaji Luis Milla, oh... itu salah besar,"

"Luis Milla itu pelatih paling mahal se-Asia Tenggara. Selama satu tahun gajinya itu mencapai Rp 30 miliar dan PSSI siap bayarnya," tambah Edy Rahmayadi

Belum ada konfirmasi lebih lanjut terkait pernyataan Edy kali ini.

Yang pasti, Luis Milla didatangkan PSSI pada Februari 2016 dengan durasi kontrak sampai Asian Games 2018. Kontrak Luis Milla dengan PSSI itu selesai pada Agustus lalu.

Mantan pemain Real Madrid itu gagal menembus target semifinal yang diminta PSSI di Asian Games 2018.

Edy Rahmayadi mengatakan selepas Asian Games 2018 selesai, Luis Milla tidak menemui PSSI.

Pelatih berusia 51 tahun itu memutuskan untuk kembali ke Spanyol.

"Luis Milla kecewa dan akhirnya dia kembali ke Spanyol. Kami mencoba mengajaknya kembali tapi akhirnya dia tidak datang," kata Edy Rahmayadi.

Menurut Edy Rahmayadi, PSSI seperti dibohongi oleh Luis Milla atas janjinya yang ingin datang ke Indonesia untuk berbicara perpanjangan kontrak.

PSSI pun akhirnya memutuskan untuk memanggil Bima Sakti untuk menjadi pelatih timnas Indonesia di Piala AFF 2018.

"Satu dan dua kali Luis Mila sudah berjanji mau datang tapi pas ketiga kalinya batal datang," kata Edy Rahmayadi.

"Kami orang Indonesia tidak bisa dijanjikan seperti itu. Itu seakan kami dikecilkan oleh orang lain.

Akhirnya kami rapat bersama Komite Eksekutif dan mengambil langkah untuk menunjuk Bima Sakti," tutup pria yang menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara tersebut.

Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved