Kabar Pasuruan

Warga Kedungringin Pasuruan Menggugat Dan Kirimkan Surat Terbuka Untuk Presiden Jokowi

Warga sudah geram, dan jenuh, serta muak setiap tahunnya harus kebanjiran , mengungsi dan bersih - bersih rumah setelah diterjang banjir tanpa solusi.

Warga Kedungringin Pasuruan Menggugat Dan Kirimkan Surat Terbuka Untuk Presiden Jokowi
suryamalang.com/Galih LIntartika
Baliho berisi surat terbuka untuk Presiden RI dari warga yang meminta Pemerintah lakukan solusi agar tidak lagi ada banjir yang melanda Pasuruan. 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Warga Desa Kedungringin Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan memasang baliho besar yang berisikan tentang surat terbuka untuk Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Senin (26/11/2017) siang.

Mereka memasangnya di sejumlah titik di Jalan Raya Surabaya - Banyuwangi. Ada juga yang dipasang di gapura masuk Desa Kedungringin Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan.

Perwakilan Kedungringin Menggugat, Henri Sulfianto menjelaskan, surat terbuka yang ditujukan ke Presiden ini dibuat atas dasar kekecewaan.

Kata dia, Kedungringin ini dibelah oleh Sungai Wrati yang menjadi langganan banjir saat musim hujan. Nah, ini menjelang musim hujan. "Kami khawatir, kalau Sungai Wrati tidak segera dinormalisasi dan pembersihan sungai, kami khawatir Desa kami tenggelam," kata dia.

Ia mengaku, warga sudah geram, dan jenuh degan kondisi ini. Warga sudah muak setiap tahunnya harus kebanjiran , mengungsi dan bersih - bersih rumah setelah diterjang banjir.

"Kami ingin sebuah solusi. Ini upaya maksimal kami. Mudah - mudahan melalui surat terbuka untuk Presiden ini bisa segera ada solusi. Kami berharap negara hadir untuk mengatasi persoalan ini," tambah dia.

Dijelaskan Henri, selama ini , warga sudah menggugat dan meminta pertanggungjawaban dari Pemkab Pasuruan serta BBWS. Warga meminta agar Sungai Wrati dibersihkan, tapi faktanya sampai sekarang tidak ada ujungnya.

Tidak pernah ada solusi yang diberikan atau dilaksanakan.Kedungringin bukan tempat untuk pembuangan limbah. Selain itu, masyarakat dan petani Kedungringin, butuh hidup tanpa limbah dan tidak takut ancaman banjir.

"Kami berharap agar segera ada solusi. Mudah - mudahan pak presiden mendengarkan aapirasi kami," tambah Henri. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved