Kabar Pasuruan

Komunitas Miniatur Truk Unik Jadi Pemersatu Warga Desa Di Pasuruan

Sepintas, truk - truk ink ini mirip dengan aslinya. Dari segi bentuk, dekorasi, hingga tulisan - tulisan khas yang kerap menempel di bodi truk.

Komunitas Miniatur Truk Unik Jadi Pemersatu Warga Desa Di Pasuruan
suryamalang.com/Galih Lintartika
Sejumlah miniatur truk koleksi komunitas Cowek Miniatur Community (CMC) Pasuruan. 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Puluhan truk dari berbagai macam jenis truk berjajar rapi di lapangan Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Selasa (27/11/2018) siang. Mereka bukan untuk angkut barang, tapi mereka hanya menunggu giliran untuk dinyalakan.

Ya, ini bukan truk untuk alat transportasi pada umumnya. Ini truk miniatur milik anggota komunitas Cowek Miniatur Community (CMC). Ini hanya sekadar mainan atau untuk wadah menyalurkan hobi semata.

Sepintas, truk - truk ink ini mirip dengan aslinya. Dari segi bentuk, dekorasi, hingga tulisan - tulisan khas yang kerap menempel di bodi truk pun juga ada.

Ini miniatur truk biasa. Yang membedakan adalah muatannya. Maklum saja, bak truk atau box truk itu diisi dengan serangkaian pengeras suara. Mulai speaker, amplifier, aki berkekuatan tinggi dan sejenisnya.

Ini truk multifungsi. Jadi, para anggota komunitas ini memang sengaja membuat miniatur truk yang memiliki fungsi.

Fungsi truk ini digunakan untuk pengeras suara di setiap kegiatan atau acara di desa. Jadi, saat ada kegiatan agustusan, mauludan, ruwah desa atau sejenisnya, desa tidak bingung untuk menyewa alat pengeras suara.

Satu truk ini memiliki kapasitas yang luar biasa. Bahkan, lima miniatur truk dengan total lima speaker sudah bisa menyamai kapasitas pengeras suara pada umumnya standar pengeras suara di orang yang punya hajat.

Ketua CMC Sutrisno menjelaskan, miniatur truk ini dimulai sejak tahun 2011 silam. Tapi, komunitas ini baru saja terbentuk di tahun 2018. Di komunitasnya, sudah ada 14 anggota aktif.

"Sebenarnya semangat komunitas ini adalah untuk menjalin silaturahim antar sesama. Awalnya. kita sama - sama suka dengan suara musik yang keras, akhirnya kami adu kreativitas dengan miniatur truk ini," katanya kepada Suryamalang.com.

Ia menjelaskan, dari situ, akhirnya semua membuat miniatur truk yang dilengkapi dengan sistem pengeras suara yang luar biasa.

Bahkan, kondisi saat ini, kata dia, masing - masing anggota saling beesaing secara sehat untuk membuat speaker yang paling keras. Tapi, apapun itu, perbedaan miniatur truk tidak membuat antar anggota ricuh atau bermusuhan. Tetap bersaudara dan bersahabat.

"Nah ini yang kami jaga. Boleh berbeda, tapi tetap semangat satu yakni menjaga silaturahim bersama dan menjaga keutuhan kekompakan masyarakat di Desa Cowek ini," tambah dia.

Menurut dia, miniatur truk ini selalu dibawa keliling desa setiap malam minggu. jadi ada pawai yang dilakukan seminggu sekali di malam hari. Speaker dinyalakan dan memutar lagu yang sama.

"Kami berharap komunitas ini menjadi pemersatu warga dan masyarakat. Saat pawai, kami pamerkan truk ini. Mulai dari speaker dan lampu - lampunya," paparnya.

Dijelaskannya, untuk biaya satu miniatur truk, setiap anggota bisa mengeluarkan uang sampai Rp 10 juta. Mahal atau tidaknya tergantung pada jenis speaker dan kapasitasnya. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved