Kabar Pasuruan

Tol Paspro Masuk Tiga Besar Nasional PSN Terbaik Kementerian PUPR, Ini Kunci Kesuksesannya

Pembangunan Tol Paspro dinilai apik dan mempunyai praktek terbaik (Best Practice) dibandingkan PSN lainnya.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Achmad Amru Muiz
suryamalang.com/Galih Lintartika
Gerbang Tol Probolinggo timur sebagai bagian dari jalan tol Paspro yang menjadi tiga terbaik dalam pengerjaan proyek strategis nasional (PSN) Kementerian PUPR. 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Tol Pasuruan - Probolinggo (Paspro) salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) masuk dalam posisi tiga besar se-Indonesia dalam penilaian yang dilakukan Kementrian PUPR selama tahun 2018 ini.

Rencananya, pengumuman sang juara akan disampaikan langsung pada puncak peringatan Hari Bakti PU ke-73 3 Desember mendatang di Jakarta.

Tol Paspro masuk dalam nominasi kategori Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dalam penghargaan yang bertemakan "Inovasi Penyelenggaraan Pembangunan Infrastruktur untuk Pertumbuhan dan Pemerataan".

Pembangunan Tol Paspro dinilai apik dan mempunyai praktek terbaik (Best Practice) dibandingkan PSN lainnya. Ini berkat sinergitas dan kerjasama yang baik antara Pemkab Probolinggo dan badan usaha yang terjalin selama ini.

PPK Jalan Tol Paspro dan Tol Probowangi I Kementrian PUPR, Agus Minarno mengatakan, pihaknya tidak pernah menyangka proyek Tol Paspro ini akan masuk nominasi dan bahkan lolos 3 besar se-Indonesia.

Di posisi tiga besar, ada Kabupaten Probolinggo dengan Tol Paspro dan akan bersaing dengan dua kabupaten lainnya, yakni Semarang dan Nganjuk.

Bagi dia, dan timnya, menurut Agus, ini adalah sebuah penghargaan dan bonus dari kerja keras selama ini, bersama semua pihak untuk mewujudkan pembangunan Tol Paspro dalam waktu yang cepat.

"Saya kira ini sebuah kabar yang mengejutkan. Ibaratnya, Tol Paspro ini bayi prematur tapi kami bersyukur bisa bersaing dengan proyek lainnya. Penghargaan ini akan menjadi motivasi kami untuk terus bekerja lebih baik lagi. Ini sebuab kebanggan terbaik bagi kami di penghujung tahun 2018," katanya.

Ia menjelaskan, pengerjaan proyek ini dimulai Mei 2016 , dan Desember 2018 sudah selesai, bahkan siap untuk digunakan. Nah, dalam penghargaan ini, ada empat indikator yang menjadi unsur penilaiannya

Pertama, peran serta Pemkab dalam konsultasi publik. Kedua, peran serta Pemda dalam pelaksanaan pengadaan tanah. Ketiga, peran serta Pemkab dalam bidang atau pelaksanaan kontruksi, dan Peran serta Pemda dalam inovasi terkait PSN, Tol Paspro ini ke masyarakat dan pencegahan terhadap terjadinya hal - hal yang tidak diinginkan.

"Kami dianggap lolos semua dari empat penilaian itu. Tapi memang benar, selama kami bekerja di sini, Pemkab memang aktif dalam membantu kami untuk mensukseskan pembangunan salah satu PSN yang sudah diinstruksikan oleh Presiden Jokowi. Tanpa support penuh dari Pemkab, proyek ini saya yakini pasti belum selesai. Tapi, allhamdulillah selesai dan bahkan lebih cepat dari waktu yang ditentukan," tambah dia.

Ia sedikit bercerita masa lalu. Kata dia, banyak yang melihat bahwa Tol Paspro ini akan susah dibangun. Artinya, banyak pihak yang pesimis jika Tol Paspro ini bisa berdiri dan sekalipun berdiri membutuhkan waktu yang sangat lama sekali.

Tapi, kata dia, fakta di lapangan, selama dua tahun, semua bidang tanah sudah berhasil dibebaskan. saat ini, sudah 99 persem tanah bebas. Hanya menyisahkan administrasi. Untuk kontruksi sudah 94 persen lebih. Posisi 94 persen ini jalan atau main roadnya sudah bisa dilalui.

"Ada 2.600 bidang tanah yang harus kami bebaskan, ada sejumlah makam yang harus kami pindahkan, dan masih banyak lagi. tapi, allhamdulillah berkat dukungan penuh dari Pemkab, semua kendala di lapangan bisa diselesaikan dan pasti ada solusinya," terangnya.

Selain itu, ia juga sedikit membuka kunci dan kiat suksesnya. Pertama kali mendapatkan tugas untuk menangani Tol Paspro, ia langsung rutin melakukan koordinasi dengan semua unsur masyarakat, Aparatur Pemerintah, TNI, Polri, LSM dan sejenisnya.

"Kami lakukan sosialisasi. Kami adakan konsultasi publik. Jadi kami sampaikan kalau kami merupakan kepanjangan tangan kementrian, di sini mau membangun Tol, dan kami jelaskan payung hukumnya. Kami dekati semua, dan allhamdulillah ketika semua diajak duduk bersama, semua persoalan dan permintaan bisa diselesaikan dengan baik," urainya.

Selain itu, kata dia, kunci sukses lainnya adalah memangkas persoalan apapun sedini mungkin. Artinya, ketika ada permasalahan harus segera diselesaikan. Selebihnya, pihaknya dan pemerintah harus mengikuti kultur budaya yang ada.

"Mudah - mudahan kami bisa memberikan yang terbaik. Mohon doanya dan dukungannya," tutup Agus. 

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved