Kabar Jember

367 Guru Ikuti Seleksi Calon Kepala Sekolah Di Kabupaten Jember

Seleksi itu untuk mengisi jabatan kepala sekolah yang masih kosong secara definitif yakni untuk 135 lembaga SD dan SMP

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Achmad Amru Muiz
suryamalang.com/Sri Wahyunik
Wabup Jember, KH A Muqit Arief memberi pengarahan kepada para guru peserta seleksi untuk mengisi jabatan Kepala Sekolah di Kabupaten Jember. 

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Sebanyak 367 orang guru mengikuti seleksi calon kepala sekolah di Kabupaten Jember. Kegiatan seleksi itu dimulai Rabu (28/11/2018) sampai dengan 10 Desember 2018).

Kegiatan dimulai dengan pembinaan pada 28 November, kemudian seleksi administrasi pada 30 November hingga 4 Desember. Lalu pada 9 - 10 Desember digelar seleksi substansi dan wawancara. Hasil dari semua seleksi diumumkan pada 27 Desember 2018.

Seleksi itu untuk mengisi jabatan kepala sekolah yang masih kosong secara definitif yakni untuk 135 lembaga SD dan SMP. Rinciannya untuk 63 lembaga yang terisi oleh Plt kepala sekolah dan 72 lembaga yang belum memiliki kepala sekolah.

Kepala Badan Kepegawaian dan PSDM Kabupaten Jember, Ruslan Abdul Gani mengatakan, pelaksanaan seleksi itu untuk mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah.

"Dan meningkatkan pelayanan pendidikan di Kabupaten Jember," kata Ruslan, Kamis (29/11/2018).

Hasil seleksi calon kepala sekolah dapat dilihat di website BKPSDM dengan alamat bkd.jemberkab.go.id

Sementara itu, Wakil Bupati Jember KH Abdul Muqit Arief saat pengarahan kepada para guru peserta seleksi mengatakan kepala sekolah merupakan guru yang diberi tugas pokok memimpin dan mengelola pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.

"Dalam memajukan negara, kuncinya dalam pendidikan," kata pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Silo itu.

Seorang kepala sekolah harus memosisikan diri sebagai seorang manajer, juga pengelola potensi-potensi yang ada di sekolah, seperti pengembangan kewirausahaan.

"Yang namanya kreatif dan inovasi kini semakin maju. Persaingan antar-sekolah swasta dengan sekolah negeri ini tergantung bagaimana kepala sekolahnya mengelola," tegasnya.

Posisi kepala sekolah itu bukan hanya membuat kegiatan belajar mengajar berjalan sesuai rencana. Tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta didik untuk terus semakin giat belajar dan meningkatkan prestasi.

Kepala sekolah, lanjutnya, juga harus membuat perencanaan dan pelaksanaan pengembangan keprofesian yang berkelanjutan untuk kelancaran kegiatan belajar mengajar dan pengembangan sekolah selanjutnya.

Tahun depan, masih kata wabup, Pemkab Jember akan melaksanakan Diklat calon kepala sekolah. Setelah lulus akan menjadi bakal calon kepala sekolah yang proses akhirnya resmi menjadi kepala sekolah.

Diklat kepala sekolah itu menyiapkan kompetensi untuk memantapkan wawasan, pengetahuan, sikap nilai dan keterampilan dalam memimpin sekolah yang menjadi sangat penting untuk calon kepala sekolah agar siap dalam menghadapi tantangan selanjutnya.

Wabup sangat berharap dan mendorong guru yang masuk dalam kreteria calon kepala sekolah agar mengikuti seleksi kepala sekolah.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved