Kabar Surabaya

Cara Membuat KTP Palsu dan Dokumen Resmi Lain Menurut Para Tersangka di Surabaya

Sosiawan (44) membeberkan cara membuat KTP palsu. Ia mengaku pakai cairan kimia untuk menghapus identitas pemilik Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Cara Membuat KTP Palsu dan Dokumen Resmi Lain Menurut Para Tersangka di Surabaya
Tribunnews
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Sosiawan (44) membeberkan cara membuat KTP palsu. Ia mengaku pakai cairan kimia untuk menghapus identitas pemilik Kartu Tanda Penduduk (KTP). Kemudian, KTP itu diganti identitas palsu.

"Cetak KTP (palsu) pakai scan komputer lalu direkatkan, cuma gitu saja," ucapnya di Mapolda Jatim, Senin (3/12/2018).

Sosiawan, warga Jl Flamboyan, Kelurahan Kepunten, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo itu juga membuat KTP palsu dari bahan mika plastik yang dibelinya di kawasan pasar di Waru Sidoarjo.

Dia memakai scaner untuk mencetak data identitas KTP palsu. Ia mengambil data identitas dari E-KTP milik orang lain.

"KTP dipakai sebagai syarat mengajukan kredit di Bank dan Koperasi olehnya (Pemesan)," ungkap pecatan pegawai negeri di Sidoarjo tahun 2013 itu.

Sementara, pelaku lain bernama Tjuk Bintoro (47), warga Dukuh Kupang, Kota Surabaya, mengaku bisa memalsukan surat nikah dan sertifikat tanah hingga SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan).

Dia mendapat bahan baku kertas dan tinta percetakan dari kenalannya di media sosial.

"Stempel beli di situs online," bebernya.

Anggota sindikat pemalsu dokumen negara memakai cairan kimia untuk membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP), kartu keluarga dn lainnya.
Anggota sindikat pemalsu dokumen negara memakai cairan kimia untuk membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP), kartu keluarga dn lainnya. (mohammad romadoni)

Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Gupuh Setiyono mengimbau masyarakat khususnya pihak Perbankan agar lebih waspada karena dokumen palsu ini sudah banyak beredar. Pelaku memalsukan KTP lama bukan E-KTP.

"Pemalsuan dokumen ini sudah dilakukan berkali-kali," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved