Kabar Blitar

Polda Jatim Pasang Garis Polisi Di Pintu Lobi Karaoke Maxi Brillian Di Kota Blitar

Polisi tiba di lokasi sekitar pukul 02.00 WIB. Polisi langsung menuju ke room 4 di lantai dua. Polisi mendapati aktivitas tari striptis di room itu.

Polda Jatim Pasang Garis Polisi Di Pintu Lobi Karaoke Maxi Brillian Di Kota Blitar
suryamalang.com/Samsul Hadi
Garis polisi dipasang di pintu masuk lobi karaoke Maxi Brillian, Kota Blitar, Senin (3/12/2018). 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Polda Jatim memasang garis polisi di karaoke Maxi Brillian, Jl Semeru Barat, Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar. Ada dua lokasi di tempat karaoke itu yang dipasang garis polisi oleh tim Polda Jatim.

"Kami tutup karena masih ada garis polisi di tempat karaoke. Garis polisinya dipasang di pintu masuk lobi dan room nomor 4 di lantai dua," kata pemilik karaoke Maxi Brillian, Heru Sugeng Priyono, Senin (3/12/2018).

Saat penggerebekan, tim Polda Jatim mendapati ada penari striptis di room nomor 4 di karaoke Maxi Brillian. Informasinya ada dua wanita penghibur dan satu pria pengunjung di room itu saat penggerebekan. "Soal itu, saya juga belum tahu kebenarannya. Informasinya juga ada kondom berceceran di room nomor 4. Saya masih menunggu informasi itu dari Polda Jatim," ujar Heru.

Heru sudah istirahat di rumahnya saat tim Polda Jatim menggerebek tempat karaoke miliknya. Posisi rumah Heru berada di depan tempat karaoke. Dia kaget saat pegawainya membangunkannya di rumah. "Saya keluar rumah sudah ramai polisi di tempat karaoke," kata Heru.

Menurut Heru, sesuai cerita dari pegawainya, polisi tiba di lokasi sekitar pukul 02.00 WIB. Polisi langsung menuju ke room 4 di lantai dua. Polisi mendapati aktivitas tari striptis di room itu. "Saya juga kaget, padahal kami tidak pernah menyediakan penari striptis di tempat karaoke," katanya.

Malah, Heru selalu mewanti-wanti pegawainya dan para pemandu lagu di tempat karaokenya agar tidak neko-noko. Dia meminta pegawai dan pemandu lagu agar tidak membawa narkoba atau berbuat asusila di dalam room.

"Tiap sebulan sekali, saya sendiri yang memberi pengarahan ke para pegawai dan pemandu lagu agar tidak melakukan aktivitas negatif di room. Saya sudah belajar dari kasus di Tulungagung," ujarnya. 

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved