Arema Malang

Arema FC Minta Sriwijaya FC Transparan Soal Oknum Yang Memberi Tawaran Senilai Rp 400 Juta

Apabila Sriwijaya FC tak menyebutkan secara gamblang oknum yang dimaksud, akan dapat menggiring opini masyarakat untuk berpikir macam-macam.

Arema FC Minta Sriwijaya FC Transparan Soal Oknum Yang Memberi Tawaran Senilai Rp 400 Juta
SURYAMALANG.COM/didit
Isu Match fixing atau pengaturan skor mewarnai laga Arema FC VS Sriwijaya FC 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Isu match fixing atau pengaturan skor yang kini tengah mencuat jelang pertandingan Arema FC VS Sriwijaya FC, Minggu (9/12/2018) mendatang, membuat manajemen Arema FC gerah.

Disampaikan Sudarmaji Media Officer Arema FC pada Surya, Sriwijaya FC sebagai pihak yang buka suara soal isu pengaturan skor yang kini tengah berhembus di permukaan seharusnya menjelaskan serta menyebutkan secara gamblang siapa oknun yang memberikan penawaran terkait kasus terlarang itu.

Sehingga jelas dan Arema FC sebagai tim tuan rumah pekan ke-34 serta calon lawan Sriwijaya FC, tidak merasa dituduh dengan adanya isu tersebut.

"Kami berterimakasih kepada pihak Sriwijaya FC yang menyampaikan adanya isu itu dan melaporkan ke federasi agar diusut. Sriwijaya FC kami harap juga lebih transparan yang dimaksud "mereka" atau pihak yang meminta Sriwijaya FC agar mengalah untuk dibuka transparan," kata Sudarmaji pada Suryamalang.com, Selasa (4/12/2018).

Lebih lanjut pihaknya menegaskan, apabila Sriwijaya FC tak menyebutkan secara gamblang oknum yang dimaksud, akan dapat menggiring opini masyarakat untuk berpikir macam-macam, khususnya Singo Edan, yang pada laga besok menjadi tim tuan rumah.

"Transparan supaya tuduhan tidak mengarah pada tim manapun apalagi Arema FC sebagai tim tuan rumah yang sangat bersemangat menutup kompetisi ini dengan kemenangan. Kami kini sedang fokus mempersiapkannya," ujarnya.

"Kami prihatin dengan adanya ujaran kebencian dan ujaran kecurigaan yang lebih dominan ketimbang menganalisa dan mengevaluasi secara teknik jalannya kompetisi. Jangan sampai sepakbola kita yang harusnya adu strategi, adu kualitas dan menjaga marwah kompetisi, dikalahkan dengan adu suudzon serta adu fitnah yang justru mencederai sportifitas dan fairplay," tambah Sudarmaji.

Terlepas dari isu match fixing laga Arema FC Vs Sriwijaya FC, Singo Edan menganggap hal ini sebagai pelecut semangat untuk menutup kompetisi musim ini dengan mengalahkan Sriwijaya FC pada pertandingan terakhir mendatang.

"Arema berterimakasih dengab adanya isu itu memberi semangat agar Singo Edan tampil maksimal untuk memenangkan pertandingan," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, manajemen Sriwijaya FC menyebut ada dugaan match fixing atau pengaturan skor untuk laga Arema FC VS Sriwijaya FC, karena ada penawaran yang dilakukan oknum pada kapten Sriwijaya FC, Yuu Hyun-koo senilai Rp 400 juta, jika pihak Sriwijaya mau mengalah pada laga terakhir kompetisi di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu (9/12/2018) mendatang.

Penulis: Dya Ayu
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved