Kabar Banyuwangi

Direvitalisasi, Los Pasar Tradisional Banyuwangi Kini Nyaman Jadi Tempat Kongkow

Pemkab Banyuwangi melakukan revitalisasi pasar tidak dengan masif, tapi bertahap agar para pedagang masih bisa melakukan aktifitas seperti biasanya.

Direvitalisasi, Los Pasar Tradisional Banyuwangi Kini Nyaman Jadi Tempat Kongkow
suryamalang.com/Haorrahman
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas saat melakukan peninjauan pasar tradisional di Banyuwangi yang telah direnovasi. 

SURYAMALANG.COM, BANYUWANGI - Pasar tradisional yang identik dengan tidak beraturan, di Banyuwangi kini menjadi tempat yang asyik untuk kongkow.  Los-los pasar Banyuwangi direvitalisasi, menjadi lebih nyaman dan menarik layaknya kafe-kafe.

Los pasar dibangun menggunakan ukiran-ukiran kayu bermotiv khas Banyuwangi. Lantainya memakai ubin klasik, sehingga memiliki kesan heritage.

"Ini baru satu minggu selesai. Bertahap kami akan revitalisasi semuanya," kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, saat meninjau pasar Banyuwangi, Selasa (4/12).

Saat ini di pasar tradisional Banyuwangi, yang telah direvitalisasi adalah sentra kuliner. Dulunya di tempat ini, para pedagang berjualan tidak rapi, dan tak memerhatikan kebersihan. Motor bisa masuk ke dalam pasar, sehingga terlihat tidak beraturan.

Kini los pasar ini menjadi sentra kuliner bahkan ada yang buka sampai malam hari.  Di sentra kuliner ini menjual makanan khas Banyuwangi, seperti sego tempong, rujak soto, pecel pitik, dan menu khas lainnya, serta kopi Banyuwangi.

Anas mengatakan, Pemkab Banyuwangi melakukan revitalisasi pasar tidak dengan masif, tapi bertahap agar para pedagang masih bisa melakukan aktifitas seperti biasanya.  "Kami lakukan revitalisasi pasar rakyat dengan tidak membongkar secara masif. Saat ini di sentra kulinernya, bertahap kami lakukan di sentra oleh-oleh, dan lainnya," kata Anas.

Bupati Anas mengatakan, ingin menjadikan pasat tradisional seperti pasar Chatuchak Thailand, yang menjadi pusat pembelanjaan dengan ribuan wisatawan tiap hari.  Chatuchak merupakan pasar tradisional yang dikunjungi ribuan wisatawan namun tertata rapi dan bersih.

Dengan merevitalisasi pasar tradisional, 'memaksa' para pedagang untuk menjaga kebersihan dan kerapian pasar. Anas ingin pasar tradisional Banyuwangi menjadi jujugan wisatawan.

"Setelah direvitalisasi pasar tradisional akan buka sampai malam hari," kata Anas.

Namun menurut Anas, revitalisasi secara keseluruhan akan dilakukan apabila seluruh pedagang sepakat.
Meski telah direvitalisasi, namun retribusi pedagang tidak naik. Tiap hari pedagang hanya dibebankan retribusi Rp 2.500.

Mutmainah pedagang kopi mengaku bersyukur saat ini losnya dibongkar menjadi lebih bagus.
"Kios saya tambah bagus menjadi lebih nyaman," kata pedagang yang akrab disapa Iin tersebut.

Demikian juga dengan Iswati, pedagang makanan khas Banyuwangi, berani buka hingga malam hari.  "Saya buka sampai malam hari. Masak pun saya di sini," katanya.

Penulis: Haorrahman
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved