Kabar Blitar

Satpol PP Dinilai Tebang Pilih Dalam Penertiban PKL Di Kawasan Alun-alun Kota Blitar

Satpol PP hanya menertibkan para PKL sebelah barat Alun-Alun. Sedangkan, PKL yang berada sebelah utara Alun-alun tidak ditertibkan.

Satpol PP Dinilai Tebang Pilih Dalam Penertiban PKL Di Kawasan Alun-alun Kota Blitar
suryamalang.com/Samsul Hadi
Kondisi Jl Semeru atau sebelah barat Alun-alun Kota Blitar, Selasa (4/12/2018). Sebagian PKL di lokasi itu sudah tidak berjualan setelah ada penertiban dari Satpol PP. 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Semeru atau sebelah barat Alun-alun Kota Blitar memprotes aksi penertiban yang dilakukan petugas Satpol PP. Pedagang menganggap Satpol PP tebang pilih dalam melakukan penertiban PKL di kawasan Alun-alun.

Seperti diungkapkan, Nur Kholis (65), salah satu PKL di Jl Semeru, Kota Blitar. Warga Lingkungan Dawuhan, Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, ini menganggap Satpol PP tebang pilih dalam menertibkan PKL di kawasan itu.

Satpol PP hanya menertibkan para PKL yang berada di Jl Semeru atau sebelah barat Alun-Alun. Sedangkan, PKL yang berada di Jl Semeru sebelah utara Alun-alun tidak ditertibkan. "Saya tidak masalah ditertibkan, tapi ya harus semuanya. Masak yang sebelah barat ditertibkan tapi yang tepat di utara Alun-alun tidak. Padahal masih satu jalan," kata pedagang buku itu, Selasa (4/12/2018).

Dikatakannya, proses penertiban PKL di Jl Semeru sebelah barat Alun-alun seperti dipaksakan. Satpol PP mengundang para PKL datang ke kantor untuk membahas masalah penertiban sekitar tiga minggu lalu. Seminggu berikutnya, Satpol PP sudah memberikan surat peringatan pertama.

Anehnya, belum genap seminggu, Satpol PP sudah memberikan surat peringatan kedua dan ketiga untuk para PKL. Setelah ada surat peringatan ketiga itu, Satpol PP mengangkut barang-barang milik pedagang yang masih berjualan di lokasi. "Termasuk tenda dan meja tempat jualan milik saya ikut diangkut. Sekarang saya belum bisa jualan lagi, tenda dan mejanya belum saya ambil," ujarnya.

Menurutnya, penertiban yang dilakukan Satpol PP baru kali ini. Padahal, dia sudah berjualan di lokasi sejak 15 tahun lalu. Selama itu, para PKL tidak ada masalah berjualan di lokasi. "Kami berharap masih bisa berjualan di lokasi lagi. Di sini ada sekitar 15 PKL," katanya.

Plt Kepala Satpol PP Kota Blitar, Juari mengatakan, memang sedang menertibkan PKL di Jl Semeru atau di sebelah barat Alun-alun. Menurutnya, Jl Semeru sebelah barat Alun-alun merupakan kawasan steril PKL. Penertiban yang dilakukan Satpol PP sudah sesuai prosedur.

Sebelum melakukan penertiban, Satpol PP sudah memberikan sosialisasi ke para PKL. Satpol PP juga sudah mengirimkan surat peringatan sebanyak tiga kali ke para pedagang. "Jl Semeru yang sebelah barat Alun-alun memang tidak boleh untuk PKL. Tapi, kalau jalan yang di utara dan timur Alun-alun masih diperbolehkan untuk PKL," katanya. 

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved