Pengaturan Skor Liga Indonesia

Skandal Pengaturan Skor Liga Indonesia Buktinya Dikantongi Pelatih PSM, Wartawan Diminta Investigasi

Pengaturan skor atau match fixing Liga Indonesia diungkap oleh pelatih PSM Makassar Robert Rene Alberts dan meminta wartawan untuk investigasi

Skandal Pengaturan Skor Liga Indonesia Buktinya Dikantongi Pelatih PSM, Wartawan Diminta Investigasi
SURYAMALANG.COM/Alfi Syahri Ramadana
Pelatih PSM Makassar, Robert Rene Albert sebelum pertandingan antara Arema FC kontra PSM Makassar Selasa (29/8/2017) 

SURYAMALANG.COM - Pelatih PSM Makassar, Robert Rene Alberts, mengakui bahwa ia memiliki bukti terjadinya match fixing atau pengaturan skor di persepakbolaan Indonesia.

Namun, Robert Rene Alberts tidak mau memberitahukan kapan dan siapa saja yang menjadi dalang pengaturan skor di persepakbolaan Tanah Air.

Memang saat ini kasus match fixing kembali sedang hangat di Indonesia.

Itu setelah Manajer Madura FC, Yanuar, mengaku mendapatkan tawaran pengaturan skor oleh Anggota Komite Eksekutif PSSI, Hidayat, sebelum Liga 2 2018 dimulai.

Hidayat pun akhirnya memutuskan untuk mundur dari Komite Exco PSSI.

Baca: Isu Match Fixing di Laga Arema FC VS Sriwijaya FC, Ada Tawaran Rp 400 Juta

Baca: Komentar Laskar Wong Kito dan Singo Edan Soal Isu Pengaturan (Match Fixing) Arema FC Vs Sriwijaya FC

Baca: Sekjen PSSI Ratu Tisha Mengaku Tidak Kenal Sosok Vigit Waluyo yang Adalah Terduga Aktor Match Fixing

Meskipun sudah mundur dan mengakui kesalahannya, sampai saat ini Hidayat masih membungkam siapa aktor di belakang pengaturan skor di Indonesia.

"Kalau saya seorang wartawan, ini akan menjadi pemberitaan yang sangat bagus dan harus terus dikorek informasinya," kata Rene Alberts.

"Saya yakin koran yang akan dijual nanti pasti laku keras karena semua orang membacanya. Kalau kamu mau ada bukti atau tidak, saya punya, tetapi saya tidak bisa kasih tahu ke kamu," ucap pelatih asal Belanda tersebut.

Melatih klub di persepakbolaan Indonesia memang bukan hal yang baru bagi Robert Rene Alberts.

Sebelum bersama PSM, pelatih berusia 64 tahun itu sempat menangani Arema Indonesia musim 2009-2010.

Ia juga pernah melatih beberapa klub di Asia Tenggara seperti Kedah FA, Sarawak FA, Home United, Tanjong Pagar, dan Timnas Malaysia U-19.

Menurut Robert Rene Alberts, di Singapura dan Malaysia juga ada kasus pengaturan skor.

"Saya pernah mengalami ini di Malaysia dan Singapura, namun ini berbeda karena di Indonesia orang yang terlibat pengaturan skor masih terlihat," kata Rene Albert.

"Jadi, lakukan pekerjaan kalian wartawan dan mulai lah menginvestigasikan ini," tutup mantan pelatih timnas U-19 Korea Selatan tersebut.

Editor: eko darmoko
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved