Kabar Tulungagung

Banyak Makanan Dikemas Ulang Tanpa Diberi Label Penjelasan, Hasil Sidak Dinkes Tulungagung

Sidak dilakukan untuk memastikan kelayakan dan kesehatan makanan dalam kemasan menjelang natal dan tahun baru.

Banyak Makanan Dikemas Ulang Tanpa Diberi Label Penjelasan, Hasil Sidak Dinkes Tulungagung
suryamalang.com/David Yohanes
Kasi Farmasi dan Perbekalan Dinkes Kabupaten Tulungagung, Masduki, saat memeriksa makanan. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah penjual makanan dan pusat oleh-oleh, Senin (10/12/2018). Sidak ini untuk memastikan kelayakan dan kesehatan makanan dalam kemasan menjelang natal dan tahun baru.

"Permintaannya sekarang sedang tinggi-tingginya menjelang natal dan tahun baru. Kami ingin memastikan semua produk yang dijual layak konsumsi dan tidak membahayakan konsumen," kata Kasi Farmasi dan Perbekalan Dinkes Tulungagung, Masduki.

Selain makanan yang terkontaminasi kotoran tikus, Dinkes juga menemukan makanan tanpa label. Makanan ini rata-rata diambil dari produsen dan dikemas ulang oleh toko.

Menurut Masduki, sesuai Undang-undang nomor 18 tahun 2012, mengemas ulang sudah masuk kategori produksi. "Karena itu ketentuan produksi harus dipenuhi. Misalnya menerapkan cara produksi yang baik dan pencantuman label sesuai ketentuan," ujar Masduki.

Label dalam kemasan makanan juga wajib mencantumkan sejumlah informasi mengenai produk yang dijual. Mulai dari nomor PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga), katagori jenis pangan, nama brand, komposisi, nama dan alamat produsen, nomor izin edar, kode produksi dan kadaluarsa.

Masduki mengingatkan, makanan yang dikemas ulang tanpa label akan menjadi tanggung jawab toko. "Masalah label ini ancamannya sangat serius. Hukuman penjara dua tahun atau denda Rp 2 miliar," ungkap Masduki.

Selama ini Dinkes kerap mengundang sarana retail yang menjual makanan dalam kemasan ini. Namun banyak yang tidak mau hadir, sehingga banyak di antara mereka yang kurang memahami soal kelayakan makanan yang dijual.

Seorang penjual makanan di toko yang disidak mengaku, sebenarnya makanan yang dikemas ulang berasal dari pabrik. Kemasan asal pabrik sudah lengkap dengan label, sesuai dengan ketentuan.

Namun kemudian di toko kemasan asal pabrik ini dikemas ulang dengan ukuran kecil-kecil. Setiap kemasan baru ini juga dibuatkan label, mengacu para label kemasan dari pabrik.

"Kebetulan labelnya pas habis, sehingga tidak diberi label. Biasanya semua dilengkapi dengan label," kilah perempuan yang enggan disebut namanya ini. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved