Rumah Politik Jatim

Aturan Poligami Menurut UU Perkawinan No 1/1974 yang Ditentang Grace Natalie

POLIGAMI dalam UU Perkawinan yang diteken Presiden Soeharto dan Menteri/Sekretaris Negara Soedharmono pada 2 Januari 1974 itu mengatur bahwa:

psi.id
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie 

SURYAMALANG.COM - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, terus menyuarakan perlawanannya terhadap penerapan syariat Islam dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia. 

Salah satu yang ditentang keras adalah poligami sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. 

Grace Natalie menyerukan revisi atas Undang-undang tersebut (BACA: Grace Natalie Sebut UU Perkawinan yang Membolehkan Poligami Bukan Datang dari Tuhan).

Bagaimana sebetulnya ketentuan pokok dalam UU tersebut?

UU Perkawinan yang diteken Presiden Soeharto dan Menteri/Sekretaris Negara Soedharmono pada 2 Januari 1974 itu menyatakan:

Ketentuan dalam Pasal 3:

(1) Pada azasnya dalam suatu perkawinan seorang pria hanya boleh mempunyai seorang isteri. Seorang wanita hanya boleh mempunyai seorang suami.

(2) Pengadilan, dapat memberi izin kepada seorang suami untuk beristeri lebih dari seorang apabila dikehendaki oleh fihak-fihak yang bersangkutan.

Ketentuan dalam Pasal 4:

(1) Dalam hal seorang suami akan beristeri lebih dari seorang, sebagaimana tersebut dalam Pasal 3 ayat (2) Undang-undang ini, maka ia wajib mengajukan permohonan kepada Pengadilan di daerah tempat tinggalnya.

Halaman
12
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved