Kabar Blitar

Pemkot Blitar Minta Masukan Tokoh Masyarakat Tentukan Nasib Karaoke Maxi Brillian

Satpol PP meminta pendapat dari para tokoh masyarakat di sekitar tempat karaoke. Satpol PP ingin mengetahui tanggapan masyarakat sekitar lokasi.

Pemkot Blitar Minta Masukan Tokoh Masyarakat Tentukan Nasib Karaoke Maxi Brillian
suryamalang.com/Samsul Hadi
Pasca digerebek Polda Jatim, tempat karaoke Maxi Brillian di Jl Semeru, Kota Blitar 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Satpol PP Kota Blitar masih melakukan investigasi dan mengumpulkan data lapangan terkait karaoke Maxi Brillian yang digerebek Polda Jatim beberapa waktu lalu. Pengumpulan data lapangan ini untuk menentukan tindakan Pemkot Blitar terhadap tempat karaoke itu.

"Sambil menunggu hasil penyidikan resmi dari Polda Jatim, sekarang kami juga sedang melakukan investigasi di lapangan. Hasil investigasi ini untuk menentukan tindakan kami terhadap tempat karaoke itu," kata Plt Kepala Satpol PP Kota Blitar, Juari, Rabu (12/12/2018).

Selain itu, kata Juari, Satpol PP juga mengumpulkan informasi soal tempat karaoke itu dari warga sekitar. Satpol PP juga meminta pendapat dari para tokoh masyarakat di sekitar tempat karaoke. Satpol PP ingin mengetahui tanggapan masyarakat sekitar lokasi soal keberadaan tempat karaoke itu.

"Kami sudah melakukan audensi dengan beberapa tokoh masyarakat di sekitar lokasi. Intinya kami minta masukan ke mereka apakah selama ini keberadaan tempat karaoke itu mengganggu apa tidak. Masukan dari tokoh masyarakat ini juga akan menjadi pertimbangan kami untuk mengambil tindakan," ujar Juari.

Menurutnya, sampai saat ini, karaoke Maxi Brillian masih tutup. Garis polisi yang dipasang di tempat karoake itu masih belum dilepas. "Kami tetap berpegang pada aturan. Kalau memang terbukti melanggar akan ada sanksi tegas. Izinnya bisa kami cabut," katanya.

Sebelumnya, Pemkot Blitar sampai sekarang belum mengambil tindakan terhadap karaoke Maxi Brillian yang digerebek Polda Jatim beberapa waktu lalu. Pemkot masih menunggu laporan resmi dari Polda Jatim terkait hasil penyidikan kasus itu.

Padahal, Polda Jatim sudah merilis kasus penggerebekan karaoke Maxi Brillian. Polisi menetapkan dua tersangka dalam kasus itu. Kedua tersangka yaitu manajer operasional karaoke dan mucikari yang menjadi koordinator wanita pemandu lagu. Polisi menemukan praktik asusila di salah satu room di karaoke itu ketika melakukan penggerebekan di lokasi.

Dalam penggerebekan itu, Polda Jatim mendapati tamu yang sedang melakukan perbuatan asusila di tempat karaoke itu. Polda Jatim juga menemukan kondom di salah satu room di tempat karaoke itu. 

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved