Kabar Jember
Ketika Eva Terpaksa Mengerjakan Soal Ujian CPNS di Ambulans
Eva duduk di atas kursi di dalam mobil ambulans RSU Kaliwates Jember. Di depannya, terdapat sebuah laptop.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM, JEMBER - Eva Nurmauidah (32) duduk di kursi dengan kaki diselonjorkan. Tidak ada sepatu di kedua kakinya. Kakinya masih terlihat bengkak.
Eva memakai pakaian atasan berwarna putih dan berkerudung berwarna hitam, namun selembar kain batik melilit bagian bawahnya secara longgar. Di pergelangan tangan kanannya ada identitas diri khas pasien rumah sakit.
Hanya saja SuryaMalang.com bertemu Eva bukan di rumah sakit, namun di halaman Balai Serbaguna Kaliwates, Jember, Jumat (14/12/2018).
Eva duduk di atas kursi di dalam mobil ambulans RSU Kaliwates Jember. Di depannya, terdapat sebuah laptop. Laptop itu juga ditaruh di atas sebuah kursi. Ada sambungan internet di laptop tersebut.
Sebelum pukul 10.00 Wib, laman ujian CPNS muncul di laptop tersebut. Eva merupakan salah satu peserta tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang mengikuti ujian di hari terakhir tes SKB, Jumat (14/12/2018) di Kabupaten Jember.
Jumat (14/12/2018) ini merupakan hari terakhir pelaksanaan SKB yang berlokasi di Jember. Peserta ujian untuk Pemerintah Kabupaten Jember mendapat giliran dua hari terakhir yakni Kamis (13/12/2018) dan Jumat (14/12/2018).
Eva termasuk salah satunya. Perempuan itu seharusnya mengikuti ujian pada Kamis (13/12/2018). Namun karena pada Rabu (12/12/2018) sore, dia baru melahirkan melalui operasi sesar, maka dia pun meminta izin kepada penyelenggara ujian. Izinnya juga disertai surat keterangan dokter.
"Kemarin memang belum bisa. Sekarang saja masih sakit-sakit sih, nyeri. Tapi gimana lagi. Eman kalau saya nggak ikut. Ini keempat kalinya saya ikut ujian CPNS. Usia juga sudah 32, iya kalau tahun depan ada rekruitmen lagi. Dokter membolehkan ikut ujian dengan syarat tidak boleh heboh geraknya," tutur Eva sambil sesekali meringis namun tersenyum.
Sebelum ujian berlangsung pukul 10.00 Wib, Eva berbincang dengan Surya. Dia berangkat dari RSU Kaliwates Jember. Perempuan asal Desa Dukuhdempok Kecamatan Wuluhan itu juga mengikuti ujian di mobil ambulans yang membawanya tersebut.
"Tetap semangat, dan mohon doanya. Ya harusnya banyak belajar juga sebelum pelaksanaan ujian SKB, terutama tentang pendidikan metode pedagogi, tapi ya gimana lagi kemarin melahirkan," imbuhnya.
Eva adalah guru tidak tetap (GTT) yang sudah menjalani profesinya selama 11 tahun. Saat ini dia mengajar di SDN Tegalwaru 4 Kecamatan Mayang. Dia memilih melamar formasi untuk sebuah SD di Kecamatan Puger, kecamatan yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.
Dia lolos Seleksi KOmpetensi Dasar (SKD) hasil perangkingan. Dia berada di rangking pertama, dari hasil perangkingan tersebut. Karena hal itulah yang membuatnya bersemangat tetap mengikuti SKB ini.
"Harapan orang tua juga saya jadi PNS. Kemarin tiga kali pernah ikut ujian CPNS gagal terus," imbuhnya. Sebelum ujian, Eva melahirkan anak keduanya yang berjenis kelamin laki-laki. Dia juga melahirkan anak pertamanya secara sesar. Karena kondisi rahimya yang tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal, maka kelahiran anak keduanya ini juga dilakukan melalui operasi sesar.
Namun belum selesai sang bunda menjalani ujian CPNS, anak kedua Eva memilih minta dilahirkan.
Sebelum mengikuti ujian, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kantor Regional 2 Jawa Timur Tauchid Djatmiko sempat meninjau lokasi ujian Eva. Bahkan Tauchid juga bertanya kepada Eva apa anaknya sudah diberi nama.
"Apa anaknya sudah diberi nama. Nanti dinamanya ada SKB-SKB-nya ya," seloroh Tauchid.
Eva menjawab belum sambil tertawa menanggapi selorohan Tauchid.
Menurut Tauchid, apa yang terjadi pada Eva merupakan sesuatu yang di luar kehendak peserta ujian. "Kami sebagai pelayan, pihak yang memberikan pelayanan tentu wajib memfasilitasi itu apalagi jika pihak penanggungjawab penyelanggara di titik lokasi ini mengizinkannya. Peristiwa seperti ini pernah terjadi di tempat lain saat SKD lalu. Melahirkan di saat ujian, akhirnya dilarikan ke rumah sakit," tutur Tauchid yang meninjau pelaksanaan tes SKB di Jember.
Menurutnya tidak ada perlakukan khusus kepada Eva selain lokasinya berada di dalam mobil ambulans. "Namun soal, teknis pengerjaan, pengawasan, juga waktu ujian semuanya sama. Kalau dia ujian jam 10.00 maka selesainya ya pukul 11.30 Wib," tegas Tauchid.
Dari pantauan SuryaMalang.com, Eva memang mendapatkan pengawasan seperti peserta ujian yang berada di dalam aula Balai Serbaguna. Seorang pengawas duduk menghadapnya di depan pintu mobil. Juga ada petugas dari Panitia Seleksi Nasional, dan Panitia Seleksi Daerah, juga seorang anggota kepolisian.
Tes SKB di hari terakhir di Jember digelar dalam dua sesi. Sesi pertama diikuti oleh 309 orang dan dihadiri oleh 308 orang, dan sesi kedua diikuti oleh 51 orang, namun yang hadir 48 orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/peserta-tes-skb-cpns-di-jember-kerjakan-soal-di-ambulance.jpg)