Kamis, 16 April 2026

Malang Raya

Tujuan Pemasangan Pagar Tinggi di Jembatan Muharto, Kota Malang

Kasus menumpuknya sampah di Jembatan Muharto, Kota Malang ditanggapi serius oleh pemerintah Kota Malang.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: yuli
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
LINDUNGI SUNGAI - Pekerja memasang dan mengecat pagar kawat pada sisi kiri dan kanan jembatan Muharto, Kota Malang, Jumat (14/12/2018). Pemkot Malang memasang pagar kawat di lokasi ini agar warga tidak membuang sampah di sungai. 

SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG - Kasus menumpuknya sampah di Jembatan Muharto, Kota Malang ditanggapi serius oleh pemerintah Kota Malang.

Buktinya, dari pantauan SURYAMALANG.COM proses pemasangan pagar di Jalan Muharto hampir selesai dikerjakan.

Polemik tumpukan sampah di jembatan Muharto menjadi bahan perbincangan publik lantaran sampah tersebut menggunung di salah satu sudut jembatan.

Menurut Kintir, petugas yang mengerjakan proyek tersebut mengatakan, pembangunan ini difungsikan agar masyarakat tidak membuah sampah ke sungai.

"Pagar ini dibuat setinggi mungkin agar masyarakat tidak membuang sampai ke sungai. Selain itu, fungsi pagar ini juga untuk membuat jembatan terlihat lebih bagus," ucap Iwan saat ditemui SURYAMALANG.COM, Sabtu (15/12/2018).

Kintir menambahkan, pembangunan pagar pembatas Jalan Muharto langsung dibawahi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang.

Pemasangan pagar jembatan tak hanya dilakukan di Jalan Muharto, pemasangan juga dilakukan di Jembatan Kali Amprong di mana dua jembatan tersebut masuk dalam wilayah Jalan Raya Muharto.

Lanjutnya, proses pengerjaan dimulai mulai Selasa (11/12/2018) dan diberi batas waktu hingga satu minggu.

"Ini sudah lima hari proses pengerjaan. Jembatan Muharto 90 persen sudah selesai pengerjaan tinggal pengecatan saja. Sementara di Jembatan Kali Amprong ini masih proses pemasangan," ucap Kintir.

Sementara itu Sulaiman warga Jalan Muharto Gang 5 membenarkan bahwa setiap pagi di Jembatan Muharto selalu banyak ditemui tumpukan sampah.

Menurutnya, tumpukan sampah tersebut menimbulkan bau yang tidak sedap sehingga mengganggu aktifitas warga sekitar maupun pengguna jalan.

"Saking banyaknya sampah yang menumpuk, warga membuang sampah langsung dilemparkan ke sungai sambil bawa motor terus pergi," ujar Sulaiman.

Di lain pihak, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang rencananya akan segera membangun tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di dekat Jembatan Muharto.

Hal itu dikatakan oleh Diah Ayu Kusuma Dewi, Kepala Disperkim Kota Malang saat ditemui SURYAMALANG.COM, Jumat (15/12/2018).

"Di salah satu suduh jembatan ada tanah milik pemerintah Kota Malang (pemkot), mungkin nantinya di situ akan kami bangun TPS sementara," ucap Diah.

Ia berharap, nantinya selesai pemasangan pagar jembatan muharto, masyarakat tidak ada lagi yang membuang sampah ke Sungai.

"Ya kami berharap tidak ada lagi tumpukan sampah di sana (jembatan muharto). Semoga itu bisa menyadarkan masyarakat agar tidak ada lagi banjir yang disebabkan oleh tumpukan sampah di sungai maupun selokan," tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved