Kabar Lamongan

Mantan Tenaga Kontrak Curi Peralatan Internet Di Perkantoran Pemkab Lamongan,

Tersangka memanfaatkan kemampuannya untuk mencuri puluhan perangkat jaringan internet milik Pemerintah Daerah Kabupaten Lamongan

Mantan Tenaga Kontrak Curi Peralatan Internet Di Perkantoran Pemkab Lamongan,
TribunJogja.com
Ilustrasi Pencurian 

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Sigit Hendri Utomo (24) pecatan tenaga kontrak Kantor Dinas Kominfo Pemkab Lamongan berulah. Tersangka warga Jl Basuki Rachmad Lamongan memanfaatkan kemampuannya untuk mencuri puluhan perangkat jaringan internet milik Pemerintah Daerah Lamongan yang ada di lima tempat.

Namun, ulahnya tersebut diketahui polisi dan tersangka Sigit dibekuk saat hendak bertransaksi dengan calon pembeli barang curiannya, Kamis (20/12/2018) petang.

Terungkap, aksi pencurian yang dilakukan tersangka meluas hingga di sejumlah kantor kecamatan. Pertama kali tersangka melakukan aksinya menjarah di lingkungan Kantor Pemkab Lamongan. Diantaranya di Pendopo Lokatantra Lamongan dengan membawa kabur 3 unit Mikrotik.  Kemudian di Kantor Kemkominfo membawa 7 unit antena roket, 3 unit mikrotik, server ups 1 unit, HUB 1 unit, antena great 1 unit, antena bullet 1 unit, dan lainya.

Tidak puas mencuri di lingkungan Pemkab Lamongan, tersangka menjarah peralatan serupa di Kantor kecamatan Babat dan mencuri barang berupa antena roket 1 unit, dan di Kantor kecamatan Laren mencuri antena great 1 unit. Sejumlah barang haram hasil curiannya sebagian besar sudah berhasil dijual.

Pengakuan tersangka, dirinya nekat mencuri perangkat internet itu karena mudah dijual. Selain itu, tersangka juga mempunyai pengalaman dibidang itu.

"Jadi ulah tersangka itu bukan sakit hati karena dipecat, tapi tersangka punya hoby main judi," kata Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat, Jumat (21/12/2018).

Tersangka senang main judi sepak bola online. Dan pengakuannya uang hasil penjualan barang curian itu untuk main judi. Diperkirakan untuk barang yang dicuri di Pendopo Lokatantra senilai Rp 40 juta. Jika dikalkulasi dengan sejumlah barang lain yang dicuri di lain tempat berarti bisa mencapai Rp 100 juta lebih.

"Kini tersangka masih dalam proses penyidikan dan terancam dijerat dengan pasal Pencurian," tutur Wahyu Norman. 

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved