selebrita

Profil Herman Sikumbang, Gitaris Seventeen yang Meninggal Karena Tsunami Banten, Ternyata Caleg

Mengenal sosok Herman Sikumbang, gitaris Seventeen yang meninggal usai terseret Tsunami Banten, ternyata seorang Caleg.

Penulis: Raras Cahyaning Hapsari | Editor: Adrianus Adhi
suryamalang/ tribun
Profil Herman Sikumbang, gitaris Seventeen yang meninggal dunia karena Tsunami Banten 

SURYAMALANG.com – Tsunami Banten yang terjadi Sabtu 22 Desember 2018 lalu turut merenggut nyawa Herman Sikumbang, gitaris Seventeen.

Kala itu Herman Sikumbang, gitaris Seventeen memang tengah berada di Tanjung Lesung kala Tsunami Banten terjadi.

Herman Sikumbang tengah tampil di atas panggung kala gelombang tinggi mendadak menyapu Tanjung Lesung.

Gitaris band Seventeen ini ditemukan meninggal dunia setelah tersapu tsunami yang melanda wilayah perairan Selat Sunda.

Presiden Jokowi: Tsunami Selat Sunda Betul-betul Di Luar Perkiraan BMKG

Jenazah Aa Jimmy Jigo Dimakamkan, Ini Detik-detik Tsunami Menurut Pengakuan Pengasuh Anak Aa Jimmy

Saat malam kejadian, Herman Sikumbang dan band Seventeen tengah manggung di Pantai Tanjung Lesung.

Kehadiran Seventeen sebagai pengisi acara gathering yang diadakan PLN.

Siapa sangka ternyata sosok gitaris band Seventeen ini merupakan seorang Caleg DPR RI.

Melansir dari Tribun Jabar, di laman resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU), gitaris band Seventeen Herman Sikumbang menjadi caleg DPR RI untuk daerah pemilihan Maluku Utara.

Herman Sikumbang yang mendapat nomor urut 2 ini maju di pileg 2019 lewat Partai Kebangkitan Bangsa PKB.

Dalam poster kampanyenya, Herman terlihat berpose sambil memasukkan tangan ke saku celana. Mengenakan jas dan peci hitam, Herman Sikumbang memandang lurus ke arah depan.

Gitaris band Seventeen ini mempunyai slogan Jaga Selalu Torang Pe Kampung.

Slogan tersebut bukan tanpa dasar, Herman Sikumbang diketahui lahir di Tidore, 17 Maret 1982.

Jadi Korban Tsunami Tanjung Lesung, Begini Kondisi Artis Cynthia Wijaya, Sempat Kehilangan Anak

Empat Kemungkinan Penyebab Tsunami Di Selat Sunda, Menurut Para Ahli

Dalam biodata di laman KPU, Herman Sikumbang mempunyai motivasi 'Membumikan politik rahmatan lil alamin'.

Selain itu, sebagai musisi rupanya Herman Sikumbang kerap memainkan alat musiknya di waktu senggang.

Bahkan menurut Juliana Mochtar, istri Herman Sikumbang, suaminya tersebut baru saja menciptakan lagu baru untuk Seventeen.

Juliana tak bisa membendung air matanya saat menceritakan lagu terbaru yang berjudul ‘Kemarin’.

Menurutnya lagu tersebut baru diciptakan Herman Sikumbang beberapa bulan lalu.

Istri Herman ini  menuturkan jika setiap pagi Herman selalu menyanyikan lagu tersebut di depan ruang tamu sembari memainkan gitar.

Presiden Jokowi Tinjau Lokasi Terdampak Tsunami Di Banten Dan Lampung

Beberapa Nama Artis Dan Keluarga Yang Jadi Korban Meninggal Bencana Tsunami Selat Sunda

"Jadi dia setiap hari dengan gitarnya di depan ruang tamu selalu nyanyi, dia juga bilang 'hun ini lagu baru coba deh didenger hun' gitu," tutur Juliana Moechtar sembari terisak di kediamannya di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (24/12/2018).

"Jadi nggak tahu tiba-tiba ko jadi lagu itu jadi lagu kita semua untuk mengenang dia gitu. Itu lagu terakhir dan baru beberapa bulan ini," tambahnya.

Saat kerabat bertanya tentang konsep video clip yang hitam putih. Juliana tersadar seakan itu sebuah pertanda.

"Sampai temannya bilang kok video slide nya hitam putih kayak mati aja. Dia kaget, "Iya ya kayak orang meninggal aja ya om" kerasa kayak pertanda buat dia," terang Juliana.

Beberapa Nama Artis Dan Keluarga Yang Jadi Korban Meninggal Bencana Tsunami Selat Sunda

Herman Gitaris Seventeen, Korban Tsunami di Tanjung Lesung Banten Ditemukan Meninggal Dunia

Juliana juga sempat memposting video musik Kemarin di Instagram pribadinya. Banyak yang beranggapan jika liriknya penuh dengan makna tersirat soal kepergian seseorang.

Herman Sikumbang lahir di Tidore pada 17 Maret 1982 dan meninggal dunia di Pandeglang, 22 Desember 2018 pada usia 36 tahun.

Selama hidupnya Herman Sikumbang telah terlibat dalam enam album bersama Seventeen.

Albun tersebut antara lain, Bintang Terpilih (2003), Sweet Seventeen (2005), Lelaki Hebat (2008), Dunia yang Indah (2011), 5ang Juara (2013) dan Pantang Mundur (2016).  

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved