Malang Raya

Setelah Sempat Turun, Kini Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM Dapat Akreditasi A Lagi

Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mendapat Akreditasi A.

Setelah Sempat Turun, Kini Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM Dapat Akreditasi A Lagi
TribunJatim.com/Aminatus Sofya
Mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM. 

Laporan Wartawan TribunJatim, Aminatus Sofya

SURYAMALANG.COM, DAU - Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mendapat Akreditasi A.

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) mengumumkan akreditasi itu pada 20 Desember 2018 lalu.

Resepsi Pernikahan Unik di Malang, Pengantin Wanita Ikut Menari Tari Beskalan

“Prodi Pendidikan Bahasa Inggris pernah mendapat Akreditasi A pada periode 2008-2013. Kemudian turun menjadi Akreditasi B.”

“Kini kami mendapat Akredtitasi A kembali,” kata Puji Sumarsono, Sekretaris Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM, Rabu (26/12/2018).

Menurutnya, visi misi, tata kelola dan pamong, kemahasiswaan, sumber daya manusia, kurikulum, sarana dan prasarana, penelitian pengabdian dan kerjasama mendapat nilai baik sehingga bisa mendapat Akreditasi A.

17 Pasangan Belum Nikah Kepergok Berduaan di Kamar di Malang, Ya Ampun! Ada yang Masih Usia Pelajar

“BAN-PT bersama asesornya telah menilai beberapa kali,” katanya.

Menurutnya, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM akan terus mengembangkan diri agar dapat mempertahankan Akreditasi A.

“Di antaranya memperluas partner perguruan tinggi di luar negeri untuk pertukaran dosen dan mahasiswa.”

Penerapan Tilang Online di Kota Malang Belum Maksimal

“Selain itu juga berupaya untuk mendapat akreditasi tingkat internasional,” ucap Puji.

Fasilitas perkuliahan juga menjadi perhatian Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM.

Di antaranya dengan menjadikan mata kuliah khusus menjadi mata kuliah wajib.

Ramalan Cuaca Kota Malang dan Sekitarnya, Kamis 27 Desember 2018, Hujan Sedang Turun di Malam Hari

“Awalnya mata kuliah ini hanya diambil mahasiswa sesuai konsentrasinya.”

“Kemudian kami jadikan sebagai mata kuliah wajib,” katanya.

Editor: Zainuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved