Pengaturan Skor Liga 1 2019

Dihukum PSSI Seumur Hidup, Bambang Suryo : Ini Pembunuhan Karakter, Seolah-olah BS itu Brengsek

Dihukum PSSI Seumur Hidup, Bambang Suryo : Ini Pembunuhan Karakter, Seolah-olah BS itu Brengsek

suryamalang.com/Dya Ayu
Bambang Suryo mantan runner pengatur skor Sepak Bola di Indonesia 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Manajer Persekam Metro FC, Bambang Suryo, alias BS menyebut sanksi seumur hidup dari PSSI yang dijatuhkan kepadanya merupakan sesuatu yang janggal dan upaya pembunuhan karakter.

PSSI memberikan sanksi kepada BS dengan melarangnya beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup.

Bambang Suryo dianggap mengatur lolosnya Persekam Metro FC dan PS Ngada dari babak 32 besar Liga 3 dengan dana patungan Rp 200 juta.

"Di surat itu katanya saya mencoba mengajak PS Ngada kan. Padahal kasus saya pada 2015 itu match fixing. Nah Komite Disiplin (Komdis) PSSI ini harus belajar lagi," kata BS di Malang, (27/12/2018).

WhatsApp Jadi Bukti Dugaan Pengaturan Skor, Bambang Suryo Dihukum PSSI Seumur Hidup

Video Pengakuan Bambang Suryo yang Diancam Akan Digoreng & Dicincang Usai Bongkar Pengaturan Skor

Bursa Transfer Liga 1 2019 - David Da Silva Tinggalkan Persebaya dan Berkarir di Luar Indonesia

Ia mengatakan sanksi seumur hidup itu mengakibatkan justifikasi publik bahwa Bambang Suryo adalah aktor utama skandal Pengaturan Skor Liga Indonesia.

Padahal, Bambang Suryo berupaya membongkar praktik mafia sepak bola lewat keterangannya di talkshow Mata Najwa PSSI Bisa Apa.

"Ini pembunuhan karakter. Seolah-olah BS itu brengsek, mafia dan sebagainya. Padahal saya ingin bongkar match fixing ini," katanya.

BS juga mengaku tidak pernah dipanggil oleh Komdis PSSI sebelum vonis seumur hidup dijatuhkan kepada dirinya.

Dilansir dari Bolasport.com, Komdis PSSI sempat mengirim surat panggilan kepada BS namun ia tidak hadir dan memilih hadir dalam acara Maja Najwa PSSI Bisa Apa.

"Gak pernah dipanggil saya ini. Justru saya komunikasi dengan anggota Komdis Yusuf Bachtiar (YB) tanggal 19 Desember sebelum tampil di Mata Najwa. Tapi tidak ada panggilan," ucap BS.

BS mengatakan akan melakukan banding atau somasi jika memang ia resmi mendapatkan sanksi seumur hidup. Saat ini, surat vonis resmi dari Komdis PSSI masih belum diterima oleh BS.

"Belum terima suratnya. Kalau belum terima mau banding bagaimana?" katanya. (Aminatus Sofya)

Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved