Jalan Gubeng Surabaya Ambles

Jalan Gubeng Masih Belum Aman, Tim Mitigasi Kelongsoran : Galian Basement Sisi Barat Harus Ditutup !

Tim mitigasi juga merekomendasikan penutupan seluruh pengurukan basement di sisi sebelah Barat Jalan Gubeg segera, sebelum jalan Gubeng dibuka penuh.

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Jalan Raya Gubeng Surabaya yang sudah dibuka kembali setelah ambles rupanya tidak serta merta berarti jalan ini sudah kembali seperti semula.

Masih ada 'ancaman' dan PR (pekerjaan rumah) yang harus diselesaikan mengingat kondisi jalan Gubeng yang dibuka saat ini belum aman.

Tim Mitigasi Kelongsoran Jalan Gubeng bahkan meminta lubang pengerukan basement proyek pembangunan rumah sakit di sisi Barat jalan ditutup supaya kondisi Jalan Raya Gubeng benar-benar aman.

Wahyu P Kuswanda, Humas Tim Mitigasi Kelongsoran Jalan Gubeng BBPJN VIII memberikan penjelasan soal pembukaan jalan Gubeng ini.

Jalan Gubeng Surabaya Ambles Sudah Dibuka Tapi Masih Belum Aman, Rekomendasi Belum Ada Karena Ini

Bursa Transfer Liga 1 2019 - Arema FC Bakal Minim Belanja Pemain, Pernyataan Manajemen jadi Kode

Wahyu menyampaikan Jalan Gubeng bisa dioperasikan namun tidak penuh, dan untuk sementara kendaraan berat tidak boleh melintas.

"Yang boleh dilewati masih sisi Timur dan kendaraan berat tidak boleh melewati. Kami rekomendasikan dioperasikan penuh seperti semula apabila galian ada pengurukan tanah 30 derajat, sekarang masih 45 derajat," kata Wahyu saat di Jalan Gubeng, Jumat (28/12/2018).

Tim mitigasi juga merekomendasikan penutupan seluruh pengurukan basement di sisi sebelah Barat Jalan Gubeg segera, sebelum jalan Gubeng dibuka penuh.

"Jika belum ditutup, kami merekomendadikan dipasang SSP. Sebenarnya SSP itu tidak diperlukan jika sudah landai dan ditutup lubangnya (galian basement)," jelas Wahyu.

Wahyu menjelaskan pentingnya penutupan galian basement berdampak pada stabilitas badan jalan, karena longsor Jalan Gubeng terjadi akibat galian tersebut.

"Kami merekomendasikan agar diuruk kembali, jadi dampak sisi rumah tidak semakin meluas. Mudah-mudahan nanti tim geofisika ITS mulai turun lapangan untuk pengukuran elevasi muka air tanah," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved