selebrita
Nisan Makam Bani Seventeen Hilang Dicuri Orang Tak Dikenal, Joddie Rose: Mohon Dikembalikan
Belum genap seminggu dimakamkan, nisan dimakam Bani Seventeen hilang dicuri orang tak dikenal.
Penulis: Raras Cahyaning Hapsari | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.com – Belum genap seminggu Bani Seventeen dimakamkan, nisan di makam Bani Seventeen hilang.
Hilangnya nisan di makam Bani Seventeen ini diduga ulah orang tak dikenal.
Kabar hilangnya nisan di makam Bani Seventeen ini diketahui melalui unggahan Joddie Rose, mantan personel Seventeen.
"Siapapun kamu, yang mengambil tulisan jenazah mohon di kembalikan.”
“Jika memang kamu benar benar mencintai @baniseventeen mohon dengan sangat.”
• Ifan Seventeen Terhempas ke Laut Selama 2 Jam Saat Tsunami Banten, Ini Para Penyelamat Dirinya
• Seperti Seventeen, Lima Band Ini Kehilangan Personel Bandnya Dengan Cara yang Tragis
“Kami sekeluarga memohon ini dengan lubuk hati yang terdalam, gapapa kembalikanlah secara diam diam kami tidak akan marah karena kami memakluminya.”
“Terima kasih dengan cinta kami dan sekeluarga @baniseventeen ditempat, " tulis caption Instagram @joddie_rose.
Namun sekarang postingan tersebut sudah dihapus oleh Joddie Rose.
Seperti yang diketahui, Bani Seventeen meninggal dunia karena Tsunami Banten yang terjadi Sabtu 22 Desember 2018.
Setelah jenazahnya ditemukan, Bani Seventeen dimakamkan pada 24 Desember 2018 di Yogyakarta selepas salat zuhur.
Ia meninggalkan seorang istri bernama Cindri Wahyuni dan anak semata wayang bernama, Inara Ashalina Anindri.
Istri Bani Seventeen saat ini dikabarkan sedang mengandung anak keduanya.
Dikutip TribunStyle dari Grid.ID, kabar meninggalnya Bani Seventeen pertama kali diumumkan oleh Ifan Seventeen, vokalis Seventeen yang selamat dari musibah tsunami Banten.
• Ifan Seventeen Tampak Khusyuk Doakan Mendiang Istrinya di Ponorogo
• Inilah Kotak Hitam yang Selamatkan Ifan Seventeen saat Tsunami Banten
Tak hanya Bani, Herman serta Andi Seventeen juga diketahui jadi korban tewas dalam musibah Tsunami Banten.
Tiga dari empat personel grup band Seventeen turut jadi korban akibat peristiwa tersebut.
Bahkan istri Ifan Seventeen juga meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Saat itu grup band Seventeen sedang mengisi sebuah acara di Tanjung Lesung Resort, Sabtu (22/12/2018).
Ada cerita menarik sekaligus sedih yang dungkapkan oleh salah satu kru Seventeen setelah tragedi Tsunami Tanjung Lesung, Banten.
Cerita itu diungkapkan oleh Ahmad Muhajar alias Anjar, sound engineer Seventeen dan Aviwkila yang turut menjadi korban selamat tsunami Banten.
Anjar melalui Aviwkila menceritakan mimpinya didatangi oleh personel dan kru Seventeen yang meninggal dalam tragedi tsunami Banten.
Beberapa hari usai bencana tsunami Banten, Anjar mimpi bertemu dengan Bani (bassist), Oki (road manajer), Ujang (stage manager).
Anjar bermimpi sedang berbincang seru dengan ketiga personel serta kru Seventeen seperti yang biasanya mereka lakukan saat berkumpul.
• Firasat Kembaran Ifan Seventeen 15 Menit Sebelum Tsunami Banten, Lihat Laut, Dylan Sahara & Istrinya
• Kru Seventeen Didatangi Bani Seventeen dalam Mimpi Usai Tsunami Banten, Titip Pesan & Pamitan
"Jadi ceritanya kemarin Mas Anjar istirahat tidur siang di rumahnya. Beliau masih tahap recovery, karena masih ada beberapa luka dan bekas jahitan dari kejadian kemarin.
Nah saat beliau tidur siang, beliau bermimpi Mas Ujang, Mas Oki dan Mas Bani datang di mimpi," tulis salah satu personil Aviwkila di instagram.
Di mimpi itu Anjar dalam keadaan tidak ingat bahwa Bani, Ujang dan Oki sudah meninggal ketika tsunami Banten.
Anjar teringat betul di dalam mimpi, Bani bassist Seventeen sempat meminta dibelikan pontensio untuk bass kesayangannya untuk persiapan acara tahun baru.
Begitu pula dengan Ujang, stage manajer Seventeen yang sempat titip salam untuk Ajeng dan Uki (Aviwkila) yang juga di bawah penanganannya.
"Dalam mimpi kondisi mereka semua terlihat sangat bahagia, Mas Bani selalu senyum, begitupun Oki," katanya.