Kabar Jember

Polisi Bekuk Pemerkosa Gadis Desa Di Kebun Singkong JLS Lumajang

Keempat orang tersangka memiliki peran masing-masing dan terlibat dalam perkosaan terhadap BP (17), remaja asal Kecamatan Kunir, Lumajang.

Polisi Bekuk Pemerkosa Gadis Desa Di Kebun Singkong JLS Lumajang
Tribunnews.com
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, LUMAJANG - Polisi menangkap empat orang terkait perkosaan terhadap remaja di kebun singkong Jalur Lintas Selatan Kecamatan Pasirian, Lumajang pada Minggu (23/12/2018) lalu.

Keempat tersangka yakni Ubaidilah alias Obet (18) warga  Desa Pandanwangi Kecamatan Tempeh,  M Nurullah (23) warga Desa Pandanarum Kecamatan Tempeh, M Rozi (23) warga Desa Pandanarum Kecamatan Tempeh, dan Abdul Qodir Jaelani (24) warga Desa Pandanarum Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang.

Polisi membekuk keempat orang itu pada Rabu (26/12/2018) dan Kamis (27/12/2018) di tempat yang berbeda.

Kasatreskrim Polres Lumajang, AKP Hasran mengatakan, keempat orang itu memiliki peran masing-masing dan terlibat dalam perkosaan terhadap BP (17), remaja asal Kecamatan Kunir, Lumajang.

"Memang benar tim kami begerak cepat dengan menangkap empat tersangka. Ini juga berkat bantuan dari rekan Satuan Reskrim Polres Banyuwangi. Kami harus menembak dua tersangka, karena pada saat penangkapan mereka melawan petugas" ujar Hasran, Jumat (28/12/2018).

Jajaran Polres Lumajang bekerjasama dengan Polres Banyuwangi, sebab dua tersangka yakni MN dan MR ditangkap di Pelabuhan Ketapang saat hendak menyeberang ke Bali pada Kamis (27/12/2018) dini hari. Awalnya polisi menangkap Ub di rumahnya pada Rabu (26/12/2018). Terakhir polisi menangkap AQJ di rumahnya.

Perkosaan itu bermula pada Minggu (23/12/2018) siang, saat BP dijemput pacarnya Udin. Mereka menuju Gladak Perak, Lumajang. Di sekitar tempat itu, keduanya diduga minum minuman keras oplosan.

Setelah dari sekitar Gladak Perak, keduanya menuju Kecamatan Pasirian. Di tempat itu, Udin bertemu teman-temannya termasuk Ub, MN, dan MR. Mereka kembali berpesta Miras hingga udin dan BP teler.

Saat BP tidak berdaya itulah, Ub, MN dan MR membawanya ke sebuah kebun singkong. BP dibonceng motor dengan diapit dua orang.

Ketiga pelaku membawa BP ke kebun singkong. Di tempat itu pula, AQJ menyusul. Empat orang tersebut memerkosa BP di kebun singkong itu.

Atas perbuatannya, polisi menerapkan Pasal 81 UURI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UURI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan melakukan persetubuhan terhadap korban. Pelaku pun diancam pidana penjara minimal 5 Tahun serta maksimal 15 Tahun.

Kapolres Lumajang, AKBP M Arsal Sahban mengecam perbuatan keempat orang tersebut

“Saya sangat mengutuk perbuatan tersangka yang telah menyetubuhi korban. Ini bukti nyata perlu adanya peran orang tua serta keluarga agar salah satu keluarga kita tidak ada yang salah dalam memilih pergaulan. Saya sangat bisa merasakan perasaan keluarga dan orang tua korban, maka dari itu biarkan proses hukum yg mengadili semuanya,” tegas Arsal.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved