Malang Raya

Jelang Tahun Baru, Tim Gabungan BNN Kota Malang Gelar Razia Hiburan Malam

Saat ini banyak beredar narkoba jenis baru yang harus diwaspadai warga. Oleh karena itu, operasi ini lebih bersifat operasi simpatik.

Penulis: Benni Indo | Editor: Achmad Amru Muiz
Ist
Giat Opsgab BNN Kota Malang sinergi unsur Pemerintah Kota Malang, jajaran aparat penegak hukum, dan melibatkan lintas komunitas, Sabtu (29/12/2018). Operasi dipimpin langsung oleh Kepala BNN Kota Malang AKBP Bambang Sugiharto, Kepala BP2D Kota Malang Ade Herawanto dan Ketua DPRD Kota Malang Bambang Heri Susanto. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Menjelang pergantian tahun, BNN Kota Malang bersama DPRD Kota Malang, Polres Malang Kota dan Pemkot Malang melakukan razia di sejumlah tempat hiburan malam di Kota Malang. Langkah itu dilakukan untuk menciptakan keamanan menjelang perayaan tahun baru.

Operasi Simpatik itu dilakukan mulai Jumat (28/12/2018) malam hingga Sabtu (29/12/2018) dini hari. "Karena momennya menjelang malam pergantian tahun, yang mana rawan terjadi penyalahgunaan serta digelontorkannya bermacam varian narkotika di masyarakat,” kata Kepala BNN Kota Malang, AKBP Bambang Sugiharto, Sabtu (29/12/2018)

Kata Bambang, malam tahun baru rawan akan penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Apalagi saat ini banyak beredar narkoba jenis baru yang harus diwaspadai warga. Oleh karena itu, operasi ini lebih bersifat operasi simpatik.

Dalam upaya menegakkan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Inpres No 6 th 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Perkusor Narkotika, Bambang mengaku pihaknya tak bisa bekerja sendirian.

“Upaya ini membutuhkan kerjasama dan peran aktif seluruh komponen masyarakat. Termasuk halnya dari unsur pemerintah,  baik eksekutif dan legislatif, aparat penegak hukum serta jajaran samping,” urainya dalam rilis yang dikeluarkan Humas Pemkot Malang.

Dalam opsgab kali ini, pihak legislatif juga ambil bagian. Mulai dari Ketua Dewan hingga para ketua komisi ikut serta. Sekadar informasi, DPRD Kota Malang tengah menggodok rancangan Perda baru yang mengatur peredaran minuman beralkohol di Kota Malang.

"Ini semua demi mewujudkan Kota Malang yang bersih dari narkoba dan minuman keras sebagai identitas Kota Bermatabat," tegas Ketua DPRD Kota Malang, Bambang Heri Susanto.

Sementara itu, optimisme senada juga diusung segenap awak Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) yang terlibat aktif dalam opsgab. Meski baru saja melampaui target dengan pencapaian lebih dari Rp 433 Miliar alias 102 persen sebelum tutup buku 2018.

Kesempatan baik untuk bersinergi dalam operasi gabungan ini dimanfaatkan betul untuk melakukan razia pajak. Tim Pemeriksa BP2D yang beranggotakan unsur PPNS, para Kabid, Kasubid, Kepala UPT yang dipimpin langsung oleh Kepala BP2D, Ade Herawanto.

Pelanggaran-pelanggaran yang ditemukan, langsung dilakukan tindakan tegas mulai sanksi ringan seperti teguran dan ditempeli stiker belum bayar pajak hingga peringatan keras berupa penyegelan.

"Hasilnya ada beberapa pengelola usaha yang dipanggil untuk dimintai keterangan guna melengkapi BAP. Juga bagi tempat usaha yang belum ikut program e-Tax alias pajak online maka diwajibkan untuk ikut dengan mengisi berita acara pernyataan kesanggupan menjadi Wajib Pajak terkait," kata Ade Herawanto.

Operasi gabungan yang diberangkatkan dari Kantor BNN Kota Malang pada pukul 22.00 WIB ini memberangkatkan puluhan personil dari unsur Kepolisian, TNI, Satpol PP serta merangkul lintas komunitas Aremania seperti d’Kross dan organisasi kemasyarakatan. Tim mendatangi tempat-tempat hiburan termasuk cafe dan karaoke yang tersebar di wilayah Kota Malang, mulai dari kawasan Dieng, JA Suprapto hingga Soekarno-Hatta. 

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved