Jumat, 24 April 2026

Kabar Surabaya

Selama 2018, 729 TKI Terusir dari Negeri Rantau, Termasuk Para Korban Pelecehan Seksual

pengirim TKI terbanyak adalah Ponorogo sebanyak 14 persen, Blitar 13 persen, Kabupaten Malang 12 persen, Tulungagung 9 persen, dan Banyuwangi 8 persen

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: yuli
Erwin Wicaksono
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Sebanyak 729 tenaga kerja Indonesia (TKI) atau pekerja migran Indonesia (PMI) selama 2018 sudah dipulangkan ke kampung halaman.

Mereka dipulangkan karena berbagai masalah. Ada yang dipulangkan paksa karena dideportasi setelah overstay visa.

Ada pula yang karena terlibat kriminal dan bahkan ada yang dipulangkan kerena menjadi korban pelecehan seksual oleh majikan di negara tujuan. Namun yang paling banyak adalah pulang paksa karena bermasalah dengan keluarga di kampung.

"Namun itu yang dipulangkan melalui Bandara Juanda melalui Unit Layanan Pengawasan Disnaker di kedatangan Bandara Juanda. Belum yang dipulangkan dari bandara lain," kata Kepala Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Himawan Estu Bagijo, Minggu (30/12/2018).

Melalui unit layanan pengawasan kedatangan TKI di bandara itu, segala permasalahan TKI akan terdeteksi. Menurut Kepala UPT Penempatan dan Perlindungan TKI (P2TKI) Disnakertrans Jatim Budi Raharjo setiap hari ada petugas yang standby di bandara mencegati para TKI yang pulang. 

Pantauan SURYAMALANG.COM beberapa waktu lalu, petugas itu mengarahkan para TKI untuk singgah di kantor unit layanan di bandara. Mereka didata, ditanya kenapa pulang, dan saat sampai di Bandara Juanda siapa yang menjemput TKI itu. 

"Kami yang aktif menanyakan dan mendata mereka. Apalagi saat Natal dan Tahun Baru ini banyak PMI yang pulang karena cuti. Ada pula yang memang dipulangkan karena bermasalah," kata Budi. 

Melalui layanan pengawasan TKI di Bandara Juanda itu, semua masalah yang dialami pahlawan devisa itu terbongkar. Kebanyakan mereka jujur saat ditemui Petugas Disnakertrans di Bandara Juanda.

Tercatat melalui unit pengawsan di Bandara Juanda itu, ada 1 TKI yang jadi korban pelecehan seksual. Begitu juga TKI yang menjadi korban penganiayaan hingga 2018 ini juga hanya satu TKI

Sayang tidak dideteksi asal TKI yang menjadi korban. Meski demikian, TKI yang menjadi korban pelecehan seksual itu terjadi di Hongkong. Sedangkan yang menjadi korban penganiayaan terjadi di Singapura. Tengah ditelusuri masalah tersebut. 

Sementara itu, melalui unit layanan pengawasan dan pendataan di bandara itu ada 22 TKI Jatim yang dideportasi karena visa habis. Namun hingga pengujung tahun ini ada 568 total TKI di Jatim yang dideportasi karena overstay. 

Sementara itu, saat ini ada 729 TKI Jatim yang saat ini dipulangkan. Total TKI yang diberangkatkan melalui kantor UPT P2TKI sebanyak 60.943 TKI. Mereka kebanyakan berasal dari Selatan Jatim.

Daerah Jatim sebagai pengirim TKI terbanyak adalah Ponorogo sebanyak 14 persen, Blitar 13 persen, Kabupaten Malang 12 persen, Tulungagung 9 persen, dan Banyuwangi 8 persen.

Negara paling banyak ditempati TKI adalah Hongkong sebanyak 53 persen. Kemudian Taiwan 27 persen, Malaysia 9 persen, Brunei Darussalam 2 persen, Singapura 2 persen, dan sisanya di luar negara ini. 

"Namun dalam catatan kami kebanyakan pulang karena kemauan sendiri. Saat Nataru ini banyak PMI Jatim yang ambil cuti," kata Budi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved