Rumah Politik Jatim

Simak Alasan Orang-orang yang Menuntut Mundur Yusril Ihza Mahendra dari Ketua Umum PBB

Dari tampilan saja, Pak Yusril tidak pakai songkok dari sisi keulamaanya tidak muncul. Dan pada tahun 2006 menikah dengan wanita Jepang.

Simak Alasan Orang-orang yang Menuntut Mundur Yusril Ihza Mahendra dari Ketua Umum PBB
ub.ac.id
Thohir Luth, Guru Besar Ilmu Hukum Islam di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Malang. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Dewan Da'wah Islamiyah (DDI) Jatim menuntut mundur Yusril Ihza Mahendra dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Bulam Bintang (PBB).

Tuntutan itu muncul dalam forum yang digagas DD di Hotel Namira, Jalan Wisma Pagesangan, Surabaya, Minggu (30/12/2018).

"Sebagai sesama profesor, saya kecewa atas sikap Pak Yusril, ketika di satu waktu Pak Yusril mengkritik keras pemerintahan Pak Jokowi tapi pada akhirnya atas nama profesi justru bergabung dengan Jokowi sebagai pengacara," kata Thohir Luth, salah satu tokoh dalam forum itu.

Forum itu dihadiri sejumlah orang dari Badan Koordinasi Pondok Pesantren Indonesia (BksPPI) serta Ketua Majelis Syuro DPP PBB, MS Kaban.

Menurut Thohir, sikap Yusril yang menjual harga diri partai dan komitmennya tersebut sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang guru besar.

"Terus terang banyak di masyarakat yang bilang kenapa Yusril berkhianat, itu harus dijawab, kalau PBB terus tidak punya komitmen bisa ditinggalkan dan kehilangan kursi," lanjut Guru Besar Ilmu Hukum Islam di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (UB), Malang tersebut.

Thohir juga menyoroti perbedaan sikap antara MS Kaban yang jelas mendukung Capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi berdasarkan ijtima ulama.

Sedangkan Yusril justru menjadi pengacara Jokowi-Ma'ruf.

"Kalau ada tumor di kaki, ya diamputasi, jangan dibiarkan saja. Makanya sekarang tinggal Pak Kaban berani menyelenggarakan muktamar luar biasa untuk menggantikan beliau atau tidak," ucapnya.

Menurut Thohir, Yusril pun harus bersikap profesional, fokus pada PBB atau menekuni dunianya sebagai pengacara.

Reaksi Malem Sambat Kaban soal Tuntutan agar Yusril Ihza Mahendra Mundur dari Ketua Umum PBB

Sedangkan Sekretaris Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jatim, Muhammad Yunus yang hadir dalam forum itu mengatakan, seharusnya Ketua Umum PBB adalah seorang yang tidak jauh berbeda dengan Mohammad Natsir sebagai pendiri PBB dan Masyumi.

"Dari tampilan saja, Pak Yusril sudah tidak sama, tidak pakai songkok dari sisi keulamaanya tidak muncul. Dan pada tahun 2006 menikah dengan wanita Jepang yang tidak pernah pakai jilbab, seharusnya minimal dalam kehidupan berkeluarga Ketum PBB ini bisa menjadi tauladan bagi kadernya," ucapnya. TribunJatim/Sofyan Arif Candra Sakti

Wawancara dengan Yusril Ihza Mahendra, November 2018 

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved