Kabar Tuban

Selama Tahun 2018, Polres Tuban Tembak Mati Delapan Pelaku Kejahatan

Di tahun 2017 terjadi sebanyak 511 kasus, sedangkan di tahun 2018 menjadi 550 kasus. Kepolisian juga menembak mati delapan orang pelaku kejahatan.

suryamalang.com/Mochamad Sudarsono
Kapolres Tuhan, AKBP Nanang Haryono didampingi sejumlah pejabat utama melakukan ungkap kasus selama setahun di wilayah Kabupaten Tuban. 

SURYAMALANG.COM, TUBAN - Kepolisian Polres Tuban melakukan rilis akhir tahun, Senin (31/12/2018). Dalam ungkap kasus, terjadi kenaikan kasus kriminal selama setahun.

Di tahun 2017 terjadi sebanyak 511 kasus, sedangkan di tahun 2018 menjadi 550 kasus. Kepolisian juga menembak mati delapan orang pelaku kejahatan.

"Kita terpaksa melakukan tindakan tegas dengan menembak mati delapan orang pelaku kejahatan yang membahayakan petugas dan warga," kata Kapolres Tuban, AKBP Nanang Haryono didampingi sejumlah pejabat utama saat ungkap kasus.

Dia menjelaskan, dari delapan orang yang ditembak mati, tiga ditembak di Surabaya, empat di jati peteng Jenu, dan satu di ponpes An-Nidhomiyah.

Untuk yang ditembak di Surabaya yaitu Snawi (46), Pariska (44), dan Hermansyah (33), warga Kelurahan Mangunjaya, Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten Ogan Omering Ilir, Provinsi Sumatra Selatan. 

Ketiganya merupakan pengintai nasabah bank jaringan lintas provinsi dan sudah melakukan empat kali kejahatan di Tuban.

Pertama, para pelaku beraksi di Desa Tengger Kulon, Kecamatan Bancar, Tuban. Korban Abd Rohmad, kerugian total Rp 12.810.000.

Kedua, pelaku beraksi di Dasa Penidon Kecamatan Plumpang, Tuban. Korban Wiwik Wijaya Sri, kerugian total Rp 7.000.000.

Ketiga, pelaku beraksi di Desa Bandungrejo, Kecamatan Plumpang. Korban Wiriyati, kerugian total Rp 43.000.000.
Keempat, pelaku beraksi di Desa Cangkring, Kecamatan Plumpang, Tuban. Korban Suci, mengalami kerugian total Rp 165.000.000.

"Tiga pengintai nasabah dan perampas uang hasil tarikan di bank ditembak mati akhir Mei, karena melawan saat akan ditangkap," Ujar Nanang.

Dikatakan Nanang, untuk identitas empat pelaku begal truk lintas provinsi yakni Samsul Huda (51) dan Richop Rohim (53), warga Bekasi. Aprilianto (30), warga Subang, dan Karlim (52), Indramayu, ditembak mati di Jati peteng, Rabu (24/10/2018). Keempat pelaku mencuri truk nopol AD 1787 AV milik warga Desa Guwoterus, Kecamatan Montong.

Kemudian satu orang ditembak yaitu Afdolin (30) warga Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.

Dia ditembak karena melakukan kekerasan terhadap santri pondok dengan membawa sebilah pedang. Saat petugas datang justru diserang dan akhirnya ditembak, Rabu (12/9/2018).
Belakangan diketahui Afdholin yang pernah menjadi pembantu di ponpes itu mengalami gangguan jiwa.

"Siapapun pelaku kejahatan yang mengancam keselamatan anggota dan masyarakat, maka akan kita tembak," pungkasnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved