Kabar Pamekasan
Bupati Pamekasan Tutup 5 Tempat Karaoke, Katanya Agar Warga Bebas dari Maksiat
Bupati Pamekasan, Badrut Tamam menyatakan, alasan menutup lima tempat hiburan dan karaoke untuk membela rakyat Pamekasan agar bebas dari maksiat.
Penulis: Muchsin | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM, PAMEKASAN – Bupati Pamekasan, Badrut Tamam menyatakan, alasan menutup lima tempat hiburan dan karaoke di Pamekasan semata-mata untuk membela rakyat Pamekasan agar terhindar dan bebas dari maksiat.
Seusai menutup lima tempat karaoke dan hiburan di Pamekasan, Selasa (1/1/2018), bupati menyatakan pihaknya tengah berusaha dan berikhtiar bagaimana di Pamekasan tidak ada tempat karaoke di dalam ruang.
Diakui, untuk perda tentang penyelenggaran hiburan dan rekreasi saat ini belum selesai dan masih dibahas, sehingga ia akan menunggu hasil keputusan perdanya itu. “Mari kita tunggu keputusan perdanya. Bagaimana bunyinya, karena kami melakukan ini berangkat dari perda. Makanya, lima karaoke ini ditutup, sampai perdanya selesai,” ujar Badrut Tamam.
Badrut Tamam menjelaskan, ke depan setelah perda disahkan, pihaknya akan bertemu kembali dengan sejumlah ormas dan pemangku kepentingan untuk membahas batasan hiburan di Pamekasan seperti apa, yang boleh dan hiburan apa yang tidak boleh di Pamekasan.
Diungkapkan, penutupan karaoke, yang dihadiri sejumlah ormas islam, seperti Majlis Ulama Indonesia (MUI) Pamekasan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Pembela Islam (LPI), juga merupakan hasil musyawarah antara forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) dengan pemangku kebijakan.
Bupati berharap, ke depan tidak ada lagi demo dan unjuk rasa dari warga Pamekasan yang mempersoalkan adanya hiburan dan karaoke, karena sekarang ini sudah ditutup. Dan ke depan pemerintah akan berfikir bagaimana ahlak masyarakat Pamekasan makin bagus. Kemakmuran juga tambah bagus. Pemerintah semakin melayani rakyat dan forkopimda semua bergerak untuk mendorong kemakmuran di masing-masing itu.
Ditanya untuk menutup tempat karaoke ini harus turun tangan sendiri bersama wakilnya, Badrut Tamam menyatakan karena dirinya jadi bupati dipilih rakyat, bukan media (maksudnya wartawan) yang dipilih rakyat. “Karena itu, saya harus melakukan sesuatu,” kata Bupati, tanpa menjelaskan maksud bukan media yang dipilih rakyat.
Ditambahkan, bupati menyadari, penutupan karaoke ini tidak untuk membungkam kebudayaan di Pamekasan. Untuk kebudayaan harus tumbuh di Pamekasan, karena menyangkut karsa dan rasa. Seperti seni melukis, seni tari, yang nantinya akan diberikan wadah dengan membangun pusat kebudayaan, sehingga masyarakat bisa belajar melukis, belajar menari, termasuk salawatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/ilustrasi-pemandu-lagu-karaoke-striptease-penari-bugil-telanjang-pelacur-psk.jpg)