Batu

Pegiat Lingkungan Ajukan Tuntutan Ke Produsen Popok Bayi, Pemkot Batu Siapkan Kontainer Di Desa

Isi dari tuntutan itu di antaranya mendesign ulang produk tersebut dengan menggunakan bahan-bahan yang lebih mudah di daur ulang

Pegiat Lingkungan Ajukan Tuntutan Ke Produsen Popok Bayi, Pemkot Batu Siapkan Kontainer Di Desa
Ist
Tim Brigade Evakuasi Popok mengambil popok yang dibuang di aliran sungai brantas di Kota Batu. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Satu pegiat peduli lingkungan sudah mengajukan tuntutan ke pabrik pembuat popok bayi (diapers).

Founder Brigade Evakuasi Popok, Prigi Arisandi mengatakan, pengajuan tuntutan itu sampai saat ini belum ada respon, Rabu (2/1). Tapi ia tetap berharap ada tanggapan dari salah satu produksi popok bayi di Mojokerto itu.

"Mungkin lagi libur, tapi kami tetap menanti respon dari mereka dari tuntutan kami itu," kata Prigi, Rabu (2/1).

Isi dari tuntutan itu di antaranya mendesign ulang produk tersebut dengan menggunakan bahan-bahan yang lebih mudah di daur ulang, menyediakan kontainer dropping point sampah popok (DROPPO) di desa dan kelurahan terutama di sepanjang Sungai Brantas. Agar disepanjang aliran Sungai Brantas warga memiliki akses membuat sampah, dan tidak membuang langsung ke sungai.

"Juga bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota di DAS Brantas untuk menyediakan sarana pengangkutan sampah popok dari DROPPO ke Tempat Pengelolaan Akhir (TPA)," ungkapnya.

Dan yang paling penting, lanjutnya, mengevakuasi juga sampah popok yang ada di lingkungan sungai. Serta memasang label dikemasan popok agar tidak membuang sampah di sungai. Ia mengungkapkan, kesadaran masyarakat akan adanya hal-hal kata nenek moyang itu masih diterapkan.

Namun pihaknya juga berharap ada campur tangan dari pemerintah daerah. Terutama di Kota Batu sebagai daerah yang dialiri aliran sungai brantas. Dikatakannya pemkot juga harus melakukan jadwal reguler pengangkutan popok ke TPA dan bisa melibatkan produsen popok.

"Kalau semisal ada kontainer khusus popok di Kota Batu, ya masyarakatnya harus diedukasi. Agar buangnya di kontainer itu," ungkapnya. 

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Batu, Arief As Siddiq menambahkan, sebanyak 48 unit kontainer ukuran panjangnya 1,5 meter, tinggi 1 meter itu sudah disiapkan. Dan siap disebar di setiap desa dan keluarahan. "Selain ditaruh di setiap desa dan kelurahan juga ditaruh di pinggir sungai yang rawan jadi tempat pembuangan sampah," kata Arief.

Kontainer itu mampu memuat hingga 660 liter sampah popok. Sampah popok itu akan dikembalikan ke pabrik pembuat popok, dengan sistem kerjasama. Tahun ini sudah mulai pengajuan kerjasama.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved