Malang Raya

Kejar Target PAD Rp 1 Triliun Pada 2023, BP2D Kota Malang Mulai Persiapkan SDM

Tes itu merupakan langkah awal dari program-program pengembangan potensi pajak yang dimulai dari penataan SDM

Kejar Target PAD Rp 1 Triliun Pada 2023, BP2D Kota Malang Mulai Persiapkan SDM
Ist
Peserta Tes Kompetensi Petugas Pajak Daerah yang diselenggarakan oleh BP2D Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN -  Satu gebrakan lagi langsung dibuat Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang di awal 2019 ini. Demi meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan penyesuaian kuantitas pegawai seiring kebijakan restrukturisasi OPD di lingkungan Pemkot Malang, digelar Tes Kompetensi Petugas Pajak Daerah, Jumat (4/1/2019).

Tes dilaksanakan di Gedung B Kantor Terpadu mulai pukul 09.00 WIB dengan diikuti seluruh ASN petugas pajak daerah yang totalnya berjumlah 82 orang, minus pejabat struktural. Tesnya selama kurang lebih 150 menit. Peserta akan mengerjakan soal tes intelegensia dan tes psikologi dari tim penguji independen.

"Ini gebrakan baru kami di tahun 2019 dan memang menjadi prioritas karena merupakan implementasi dari lelang kinerja yang telah disampaikan ke Bapak Walikota beberapa waktu lalu," ujar Kepala BP2D Kota Malang, Ade Herawanto.

Ade menuturkan, tes itu merupakan langkah awal dari program-program pengembangan potensi pajak yang dimulai dari penataan SDM. Kemudian berlanjur pada kelembagaan dan infrastruktur internal di BP2D. Pasalnya, BP2D merupakan salah satu penjabaran logframe walikota dalam program peningkatan PAD khususnya dari sektor pajak.

Dengan target PAD dari sektor pajak sebesar Rp 501 Miliar pada APBD 2019 dan diharapkan terus meningkat hingga lebih dari Rp 1 Triliun pada tahun 2023 mendatang, penataan SDM menjadi urgensi yang tak bisa dikesampingkan oleh OPD eks Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) tersebut.

"Karena untuk mencapai target yang sedemikian tinggi dan progresif, kami juga harus melakukan penataan personil. Kami petakan lagi profil petugas pajak daerah yang ada, sehingga ibarat kita semua bisa tahu siapa saja yang bisa diajak berlari kencang atau justru kompetensinya tidak memadai," beber Sam Ade d'Kross, sapaan akrabnya.

Kepala Bidang Penagihan dan Pemeriksaan BP2D Kota Malang, Dwi Cahyo menjelaskan bahwa hasil dari tes kompetensi kali ini akan menjadi bahan evaluasi dan acuan BP2D dalam melakukan restrukturisasi internal.

"Muaranya memang mengarah sebagai bahan evaluasi untuk kemungkinan dilakukannya rotasi, mutasi maupun promosi jabatan. Selain itu, juga sebagai intervensi untuk peningkatan kompetensi petugas pajak daerah yang mana nanti terus dikembangkan melalui diklat-diklat lanjutan," terangnya.

Penulis: Benni Indo
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved