Kesehatan

Jenis Makanan dan Olahraga yang Dianjurkan bagi Penderita Darah Tinggi (Hipertensi)

Penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi harus memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi dan olahraganya.

Jenis Makanan dan Olahraga yang Dianjurkan bagi Penderita Darah Tinggi (Hipertensi)
TribunSumsel.com
Ilustrasi 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Christine Ayu Nurchayanti

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi harus memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi dan olahraganya.

Penderita hipertensi harus mengurangi makanan yang mengandung lemak jahat dan natrium.

Apa itu lemak jahat dan natrium?

Simak penjelasan ahli gizi sekaligus dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Surabaya, Eny Sayuningsih SKM MKes.

Pertama, lemak jahat.

“Hipertensi bisa disebabkan obesitas atau timbunan lemak yang tinggi.”

“Maka yang harus diwaspadai adalah lemak jahat,” tutur Eny Sayuningsih, Jumat (4/1/2019).

Menurutnya, lemak jahat dapat berasal dari lemak jenuh hewani dan nabati.

“Hewani misalnya gajih pada daging. Nabati misalnya minyak jelantah,” jelas Eny Sayuningsih.

Selain itu, perlu diperhatikan pengolahan makanannya. Hindari makanan yang mengandung banyak lemak, seperti lodeh dan gule.

Kedua, natrium.

Selain lemak jahat, penderita hipertensi perlu mengurangi natrium.

“Sebaiknya kurangi natirum, misalnya makanan yang terlalu asin,” tutur Eny Sayuningsih.

“Makanan yang dapat dihindari seperti ikan asin,” lanjutnya.

Eny Sayuningsih mengungkapkan sebenarnya semua makanan boleh dikonsumsi oleh penderita hipertensi, asal makanan itu tidak terlalu berlemak dan asin.

Selain itu, penderita hipertensi perlu memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung kalium, seperti tomat, pisang, dan apel.

Eny Sayuningsih mengungkapkan sebaiknya penderita hipertensi melalukan olahraga yang fun, dan tidak kompetitif.

“Sebenarnya tidak ada olahraga khusus untuk penderita hipertensi tidak ada,” tuturnya.

“Tapi sebaiknya penderita hipertensi menghindari olahraga yang terlalu kompetitif,” lanjutnya.

Olahraga yang kompetitif, misalnya badminton, sepak bola, lomba lari, lomba sepeda, basket, dan sebagainya.

“Ditakutkan nanti bisa meningkatkan emosi. Karena ada dorongan untuk menang, dan stressor-nya tinggi,” jelasnya.

Bila emosi meningkat, hipertensinya bisa kumat.

Eny Sayuningsih merekomendasikan olahraga yang menyenangkan.

“Olahraga bagi penderita hipertensi adalah olahraga yang bisa menggerakkan tubuh yang tidak kompetitif, dan olahraga yang fun,” tuturnya.

Misalnya, senam aerobik, zumba, senam lantai, sepeda santai, dan jalan sehat.

“Pokoknya olahraga yang membuat riang, segar, dan menggerakkan seluruh badan,” tuturnya.

Editor: Zainuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved