Kabar Jakarta
Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Akan Menguat Terhadap Dollar AS
Rencana pertemuan antara pejabat AS dan China untuk membahas perang dagang juga berpotensi menjadi sentimen positif bagi mata uang Rupiah
SURYAMALANG.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah masih berpotensi menguat hari ini. Hal itu dampak dari tidak semua data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) tampak positif. Data upah rata-rata pekerja per jam dan non-farm payroll AS cukup positif, tapi tingkat pengangguran Negeri Paman Sam di Desember justru naik ke 3,9 persen. Padahal tingkat pengangguran diprediksi cuma 3,7 persen.
Di sisi lain rencana pertemuan antara pejabat AS dan China untuk membahas perang dagang juga berpotensi menjadi sentimen positif bagi mata uang Rupiah. "Pertemuan ini mengindikasikan akan meredam perang dagang," kata Ibrahim, Direktur Garuda Berjangka.
Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail memprediksi, rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 14.200 - Rp 14.300 per dollar AS.
Sedangkan menurut perhitungan Ibrahim, mata uang Rupiah di awal pekan ini akan bergerak di kisaran Rp 14.23 - Rp 14.290 per dollar AS.
Jumat (4/1), kurs spot rupiah menguat 1,02 persen ke level Rp 14.270 per dollar AS. Serupa, nilai tukar rupiah pada kurs tengah Bank Indonesia terangkat 0,85 persen ke posisi Rp 14.350 per dollar AS.