Breaking News:

Kabar Blitar

Habis Jadi Korban Tsunami Di Palu, Pria Ini Bernasib Sial Kena Tipu Teman Sendiri Di Kota Blitar

Honda CRV miliknya yang dipakai operasional ketika mengerjakan proyek di Palu dibawa kabur temanya di Kota Blitar.

suryamalang.com/Samsul Hadi
Korban menunjukkan bukti surat laporan kasus penipuan yang diterima dari Polres Blitar Kota, Rabu (9/1/2019). 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Sudah jatuh tertimpa tangga. Pribahasa itu mungkin cocok untuk menggambarkan peristiwa yang menimpa Rizqi Mahendra (31), warga Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya ini.

Betapa tidak, setelah usahanya bangkrut akibat diterjang tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Rizqi malah jadi korban penipuan oleh temannya sendiri berinisial YF (25) warga Pakunden, Kota Blitar.  Honda CRV miliknya yang dipakai operasional ketika mengerjakan proyek di Palu dibawa kabur YF.

"Peristiwa penipuannya terjadi di Kota Blitar awal akhir Desember 2018. Saya sudah melaporkan kasus penipuan itu ke Polres Blitar Kota," kata Rizqi, Rabu (9/1/2019).

Peristiwa penipuan itu bermula ketika Rizqi hendak menjual Honda CRV miliknya. Mobil itu merupakan harta miliknya yang masih tersisa di Palu setelah tejadi bencana tsunami pada Oktober 2018 lalu. Ketika itu, Rizqi sedang mengerjakan sebuah proyek di Palu.

Setelah terjadi bencana tsunami, Rizqi memilih kembali ke Surabaya, Jawa Timur. Dia meninggalkan mobilnya di Palu. "Proyek saya ikut hancur diterjang tsunami. Lalu saya pulang ke Surabaya," ujarnya.

Selanjutnya, pada November 2018, Rizqi bertemu dengan YF. Rizqi menceritakan musibah yang dialaminya di Palu ke YF. Rizqi dan YF sudah saling kenal sejak 2017. Mereka saling kenal karena sama-sama penghobi musik.

Rizqi juga bercerita ke YF soal niatnya menjual mobilnya yang masih berada di Palu. Rizqi menawarkan mobilnya dengan harga Rp 245 juta. Setelah mendengar cerita itu, YF berniat membeli mobil Rizqi. Malah YF akan menanggung biaya pengiriman mobilnya dari Palu ke Blitar. "Awalnya saya berfikir dia baik, mau membiayai sendiri biaya pengiriman mobil dari Palu ke Blitar," kata Rizqi.

YF memang menanggung biaya pengiriman mobil dari Palu ke Kota Blitar. Setelah mobil datang, Rizqi menyerahkannya ke YF. Mobil diserahkan di tempat cuci mobil, Jl Kenari, Kota Blitar awal Desember 2018. Rizqi juga menyerahkan BPKB mobil ke YF.

Setelah itu, Rizqi dan YF membuat perjanjian jual beli mobil dengan harga Rp 245 juta. Rizqi menerima cek pembayaran mobil dari YF senilai Rp 200 juta. Tetapi, Rizqi kaget saat hendak mencairkan cek itu. Pihak bank menolak pencairan cek karena saldo tidak cukup. Rizqi berusaha menklarifikasi hal itu ke YF. Tetapi nomor ponsel YF sudah tidak bisa dihubungi.

"Saya juga sudah mencari ke rumahnya di Pakunden, Kota Blitar, tapi kosong. Orang tuanya juga tidak ada. Saya juga kenal dengan orang tuanya," katanya.

Karena merasa ditipu, Rizqi akhirnya melaporkan kasus itu ke Polres Blitar Kota. Dia juga sudah membuat somasi sebanyak dua kali ke YF. Dia berharap polisi segera mengusut kasus itu. "Informasinya saat ini dia sedang jadi caleg (calon legislatif) di Kota Blitar. Tapi sikapnya seperti itu," ujarnya.

Kasubag Humas Polres Blitar Kota, Ipda Dodit Prasetyo mengatakan, polisi sudah menerima laporan kasus penipuan itu dari korban. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan kasus itu. "Kasusnya masih dalam penyelidikan. Kalau soal terlapor jadi caleg apa tidak saya kurang tahu. Di laporan disebutkan terlapor pekerjaannya wiraswasta," tutur Ipda Dodit. 

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved