Kabar Surabaya

USBN Tingkat SMA Di Jawa Timur Akan Bisa Gunakan Smartphone, Dindik Segera Sosialisasi

Penggunaan smartphone dipastikan tidak akan mengalami kebocoran meskipun smartphone merupakan milik siswa.

USBN Tingkat SMA Di Jawa Timur Akan Bisa Gunakan Smartphone, Dindik Segera Sosialisasi
suryamalang.com/Sulvi Sofiana
Kabid Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Jatim, Ety Prawesti 

SURYAMALANG.COM,  SURABAYA - Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tingkat SMA di Jawa Timur sejak tahun 2017 telah berbasis komputer. Sayangnya banyaknya mata pelajaran (mapel) USBN yang mencapai 16 mapel membuat proses ujian berlangsung lama.

Hal ini tak lepas dari terbatasnya komputer yang dimiliki sekolah, Sehingga ujian harus dilakukan beberapa kali sesi.

Menyiasati hal ini, Kabid Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Jatim, Ety Prawesti mengatakan, tahun ini USBN bisa dikerjakan menggunakan smartphone. Pihaknya baru akan mensosialisasikan hal ini untuk SMA-SMA di Jatim mulai pekan depan.

"Penggunaan smartphone ini opsi saja, disesuaikan jika memang komputer atau laptopnya kurang,"urainya ketika ditemui di tempat kerjanya, Selasa (8/1/2019).

Penggunaan smartphone, lanjutnya, dipastikan tidak akan mengalami kebocoran meskipun smartphone merupakan milik siswa. Pasalnya, meskipun tidak perlu dikarantina seperti laptop siswa, USBN menggunakan smartphone menggunakan sistem yang dirancang agar mengunci penggunaan aplikasi lain di handphone.

"Banyak yang belum paham, takutnya bocor. Padahal tidak, karena saat sudah buka aplikasinya tidak bisa membuka aplikasi lain di gadget. Jadi sambil mengerjakan terus buka whatsapp atau google tidak bisa, kalau keluar aplikasi ujian ya dianggap selesai," ujarnya.

Selain itu, dikatakan Ety Prawesti, ada lima jenis model soal yang secara acak akan disajikan aplikasi. Soal-soal ini sudah dibuat tim MGMP Jatim dengan masukan kisi-kisi dari pemerintah pusat.

"Smartphone ini solusi, karena hampir semua siswa punya. Sedangkan di Jatim yang memiliki komputer hampir semua sekolah negeri, sementara sekolah swasta ada sekitar 20 sekolah yang belum memenuhi komputernya. Apalagi ada sekolah yang juga sempat kehilangan komputer," ucapnya.

Solusi lain terbatasnya komputer ini dilakukan dengan menggabung sekolah lain yang wilayahnya dekat atau satu yayasan.

Iapun berharap, penggunaan smartphone ini bisa mengurangi banyaknya sesi dalam ujian. Sehingga jam ujian tidak selesai terlalu malam karena banyaknya sesi ujian.

"Kelemahannya ya memang layarnya kecil, jadi tryout diusahakan sudah bisa dipakai untuk pembiasaan,"ungkapnya.

Sementara untuk sistem penilaian akan langsung terpantau online di dindik Jatim. Jadi saat siswa selesai mengerjakan sudah bisa diakses nilainya terbatas di dindik.

Untuk diketahui nilai USBN akan mempengaruhi kelulusan siswa SMA. Sehingga efektifitas dalam mengerjakan USBN diharapkan dapat mengoptimalkan pengerjaan ujian.

Sementara Kepala Dindik Jatim, Saiful Racman menambahkan, USBN menggunakan smartphone saat ini masih dilakukan oleh bidang SMA. "Pembiasaan menggunakan smartphone bisa lewat tryout yabg menyesuaikan jadwal dari pemerintah pusat,"urainya.

Menurutnya, penggunaan smartphone ini akan mudah dilakukan siswa karena proses loginnya yang sama dengan sistem komputer.

Penulis: sulvi sofiana
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved