Kabar Kediri

Rencana Pemkot Kediri Menyongsong Jalan Tol dan Bandara Baru

Menyongsong Jalan Tol dan Bandara untuk Masa Depan Transportasi Kota Kediri” di Warunk Upnormal, Kamis (10/1/2019).

Penulis: Didik Mashudi | Editor: yuli
didik mashudi
Diskusi Menyongsong Jalan Tol dan Bandara untuk Masa Depan Transportasi Kota Kediri di Warunk Upnormal, Kamis (10/1/2019). 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Pemkot Kediri telah mempersiapkan langkah menyambut keberadaan exit tol dan bandara yang dibangun di wilayah Kabupaten Kediri. Salah satu dampak dari exit tol dan bandara adalah kemacetan lalulintas.

"Kota Kediri sebagai hub menjadikan kota ini semakin padat. Pada pagi hari orang yang beredar di Kota Kediri mencapai 2 juta padahal penduduk di Kota Kediri sekitar 300.000," ungkap Abdullah Abu Bakar, Wali Kota Kediri pada diskusi “Menyongsong Jalan Tol dan Bandara untuk Masa Depan Transportasi Kota Kediri” di Warunk Upnormal, Kamis (10/1/2019).

Walikota memaparkan, posisi Kota Kediri sebagai pusat perdagangan dan jasa menjadikan kendaraan dari luar kota banyak yang beraktivitas di Kota Kediri.

Selain itu, Kota Kediri juga memiliki pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat yang bagus, menjadi pusat pendidikan, jasa dan perdagangan bagi daerah sekitar.

"Kita ingin mewujudkan keserasian dan keseimbangan antara kawasan pusat dengan pinggiran. Salah satu langkah yang kita ambil membuat layanan online di kelurahan. Jadi pelayanan bisa diakses di mana saja," ujarnya.

Sementara pengelolaan sektor transportasi terdapat tiga pola. Pertama pola membangun sistem, yakni membentuk sistem yang terencana, menyeluruh, terpadu dan berkelanjutan sesuai tata ruang dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Kedua, pola kolaborasi pendanaan yaitu mengkolaborasikan sumber-sumber pendanaan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dengan APBD Kota dalam rangka meningkatkan pelayanan sektor transportasi.

Ketiga, pola pemberdayaan masyarakat, pembangunan dan pengembangan sektor transportasi dilakukan dengan memberdayakan komunitas dan para pemangku kepentingan.

Sementara untuk mengurai kemacetan, Pemkot Kediri merumuskan beberapa langkah di antaranya ring road dalam kota, Jembatan Brawijaya, implementasi teknologi informasi, serta revisi RT RW Kota Kediri.

"Kita sudah merencanakan membangun ring road dalam kota namun ini harus lintas daerah dan lembaga. Yang sudah kita wujudkan pembangunan jembatan Brawijaya dan ATCS di Dinas Perhubungan Kota Kediri. Kita lakukan revisi RT RW untuk membuat jalan baru agar kemacetan di daerah Mrican terurai," jelasnya.

Diungkapkan, banyak masukan yang diberikan kepada Pemkot Kediri untuk transportasi dan kemacetan yang akan terjadi di Kota Kediri. Diskusi tidak hanya diikuti intern pejabat pemkot, namun juga melibatkan pakar dan instansi terkait lainnya.

"Ini diskusi pertama yang kita lakukan ke depan akan kita intensifkan. Dari masukan-masukan ini kita pilih mana yang mampu kita lakukan. Kita harus bersiap bila nanti bandara telah dibangun bagaimana kita mengatasi 1,5 juta orang dalam setahun yang menggunakan bandara " pungkasnya.

Keberadaan exit tol dan bandara diharapkan berdampak positif untuk kesejahteraan masyarakat Kota Kediri. "Memang akan ada kemacetan tapi macet yang bermanfaat bagi Kota Kediri. Kita coba cari formulasi yang tepat untuk jangka waktu yang lama," harapnya.

Sementara narasumber diskusi di antaranya, Dr.Ir.Ibnu Sasongko pakar Tata Ruang ITN Malang, Achmad Wicaksono, Ph.D pakar Transportasi Universitas Brawijaya, dan Fauzul Rizal, MT kandidat doktor Cornell University, New York.

Menurut Achmad Wicaksono, yang harus segera dilakukan Pemkot Kediri membuat ring road dan angkutan umum massal.
Selain itu, segera mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk membuat master plan pengembangan transportasi wilayah Kediri Raya. "Sehingga bisa terpadu dan sinergi di antara wilayah Kediri Raya ini," ujarnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved