Kabar Tulungagung

Warga Penjor Tulungagung Masih Trauma Puting Beliung Yang Menerjang Desa Mereka

Angin datang sangat menakutkan. Dari arah timur laut awalnya terlihat awan hitam yang sangat pekat, sementara di Penjor turun hujan rintik-rintik.

Warga Penjor Tulungagung Masih Trauma Puting Beliung Yang Menerjang Desa Mereka
suryamalang.com/David Yohanes
Atap galvalum yang terbang dibawa angin dan menimpa kandang sapi di Tulungagung 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Warga Desa Penjor, Kecamatan Pagerwojo masih trauma dengan angin puting beliung yang melanda desa mereka, Rabu (9/1/2019) selepas maghrib. Angin kencang bertiup sekitar tiga menit, namun kerusakan yang diakibatkan sangat parah.

Kepala Dusun Selogiri, Alim Wahyudi mengatakan, angin datang sangat menakutkan. Dari arah timur laut awalnya terlihat awan hitam yang sangat pekat, sementara di Penjor turun hujan rintik-rintik.

Perlahan awan hitam itu bergerak dengan cepat ke arah desa di kaki Gunung Wilis. "Anginnya sangat cepat dan berputar-putar menakutkan," kata Alim.

Angin itu ternyata juga membawa material apa saja dari area yang dilewati. Setelah hujan reda, banyak pelepah pohon kelapa yang berserakan di jalan desa dan permukiman warga. Padahal di Dusun Selogiri tidak ada pohon kelapa.

Bahkan angin juga menerbangkan aneka binatang, seperti ular dan bunglon dari hutan. "Beberapa ular dan bunglon juga kami temukan mati setelah jatuh diterbangkan angin," sambung Alim.

Sementara salah satu warga, Suhut (63) mengatakan, angin kencang menerbangkan atap galvalum garasi rumahnya, beserta kerangka besinya. Atap logam tahan karat ini jatuh tepat di kandang sapi miliknya, tepat di samping selatan rumah.

Kandang sapi ini kemudian roboh menimpa sembilan ekor sapi di dalamnya. "Beton-beton penyangga kandang juga ambruk tertimpa galvalum. Tapi sapinya selamat, hanya terluka," ungkap Suhut.

Dengan sigap Suhut memotong tali sapi dengan sabit. Satu per satu sapi dikeluarkan dari kandang. Satu sapi terluka parah di bagian punggung tersayat galvalum, dan satu lainnya terkilir di bagian kaki.

"Tapi semua sudah bisa disembuhkan, kondisinya kembali normal," ucapnya.

Dari tiga dusun di desa ini, baru dua dusun yang sudah didata. Ada 28 rumah rusak, empat kandang sapi rata dengan tanah dan satu masjid rusak. Jumlah kerusakan kemungkinan akan bertambah, karena pendataan masih berjalan. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved