Kabar Trenggalek

Bendahara Gapoktan Prigi Ditahan Polres Trenggalek, Dugaan Korupsi BLM PUAP

Tersangka diduga telah melakukan korupsi Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP).

Bendahara Gapoktan Prigi Ditahan Polres Trenggalek, Dugaan Korupsi BLM PUAP
suryamalang.com/David Yohanes
Hartini (45) tersangka dugaan korupsi BLM PUAP diamankan Polwan Polres Trenggalek. 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK - Penyidik Unit Tipikor, Satrekrim Polres Trenggalek telah menetakan tersangka dan menahan Hartini (45) Bendahara Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Langgeng Desa Prigi Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek.

Hartini diduga telah melakukan korupsi Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP).

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S menjelaskan, tahun 2011 Gapoktan Langgeng menerima bantuan modal awal dari Kementerian Pertanian sebesar Rp 100 juta. Dana itu hanya untuk kepentingan kelompok tani, yang sifatnya simpan pinjam.

Dana ini sebenarnya berkembang, seiring dengan berkembangnya usaha di antara anggota Gapoktan.

"Selama rentang 2011 hingga 2018, dana ini berkembang hingga Rp 200 juta lebih.

Tapi kemudian ada dana yang tidak bisa dipertanggungjawabkan," terang Didit, Selasa (15/1/2019).

Apa Kabar Vigit Waluyo? Pengacara M Sholeh Beberkan Kondisi Kesehatan Kliennya yang Mendekam di Bui

Lamar Irish Bella, Ammar Zoni Sempat Ungkapkan Curahan Hati ke Cholidi Asadil Seminggu Sebelumnya

Anang Hermansyah Menangis Gara-gara Dengarkan Curhat Aurel, Bahas Soal Perasaan & Masa Depan

Ilustrasi Penjara
Ilustrasi Penjara (theguardian.com)

Dana itu bisa dipinjam jika ada pengajuan Rencana Usaha Kelompok (RUK) atau Rencana Usaha Bersama (RUB). Namun setelah dana ini berkembang, Hartini mulai berbuat curang.

Setiap kali ada pengajuan dana lewat RUK dan RUB, ia hanya mencairkan setengahnya.

"Misalnya ada yang pinjam Rp 10 juta, nanti yang dicairkan hanya Rp 5 juta.

Yang setengahnya masuk ke kantong pribadi," sambung Didit.

Halaman
123
Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved