Kabar Trenggalek

Tersangka Bendahara Gapoktan Prigi Di Trenggalek Bantah Lakukan Korupsi Dana BLM PUAP 

Tersangka sempat membantah melakukan tindak pidana korupsi. Menurutnya, dana itu untuk usaha keripik pisang dan bukan untuk kepentingan pribadi.

Tersangka Bendahara Gapoktan Prigi Di Trenggalek Bantah Lakukan Korupsi Dana BLM PUAP 
suryamalang.com/David Yohanes
Hartini (45), tersangka dugaan korupsi BLP PUAP ditahan Polres Trenggalek. 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK - Penyidik Unit Tipikor, Satrekrim Polres Trenggalek telah menetapkan tersangka dan menahan Hartini (45), Bendahara Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Langgeng Desa Prigi  Kecamatan Watulimo Kabupate Trenggalek.

Hartini diduga telah melakukan korupsi Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP), dari tahun 2011 hingga 2018. Akibatnya, negara mengalami kerugian sekitar Rp 138.238.000.

Saat dibawa ke ruang tahanan Mapolres Trenggalek, Hartini sempat membantah melakukan tindak pidana korupsi. Menurutnya, dana itu untuk usaha keripik pisang dan bukan untuk kepentingan pribadi.

"Usahanya (keripik pisang) sebenarnya juga jalan, uangnya bukan untuk kepentinan pribadi," kata Hartini.

Namun menurutnya, dirinya juga menjadi korban penipuan. Produk keripik pisang produksinya dibawa kabur pembeli dan tidak dibayar, sehingga terjadi kerugian. Akibat menjadi korban penipuan, Hartini mengaku nyaris bangkrut.

Hartini juga mengaku punya inisiatif untuk mengganti kerugian yang timbul. Cara yang dipilihnya adalah menjual sebidang tanah. "Niatnya saya jual tanah untuk ganti rugi, tapi sampai sekarang belum laku," ucap Hartini.

Sebelumnya, Gapoktan Langgeng menerima modal awal dari Kementerian Pertanian tahun 2011, sebesar Rp 100 juta. Dana ini hanya untuk kelompok tani, dengan sistem simpan pinjam.

Untuk pencairannya harus melalui Rencana Usaha Bersama (RUB) dan Rencana Usaha Kelompok (RUK). Selama tujuh tahun, dana ini sebenarnya sudah berkembang menjadi lebih dari Rp 200 juta.

Namun sebagai bendahara, Hartini membuat RUB fiktif untuk mencairkan dana ini. Selain itu setiap pengajuan RUB dan RUK hanya dicairkan disalurkan setengah, sementara setengahnya lagi untuk kepentinan pribadi.

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved