Breaking News:

Kabar Tuban

Polres Tuban: Penyegelan Ruang Ibadah Di Klenteng Kwan Sing Bio Dilakukan Satu Orang

Penyegelan salah satu tempat ibadah di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio, dipicu karena konflik kepengurusan internal klenteng.

Penulis: Mochamad Sudarsono | Editor: Achmad Amru Muiz
suryamalang.com/Mochamad Sudarsono
Ruangan kebaktian Konghucu di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban disegel dengan menggunakan rantai 

SURYAMALANG.COM, TUBAN - Kepolisian Polres Tuban angkat bicara mengenai penyegelan ruang ibadah umat Konghucu, di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio.

Ruang lithang konfusiani yang digunakan untuk kebaktian umat Konghucu itu dirantai pada gagang pintunya. Di sebelah pintu terdapat kertas bertuliskan kebaktian dilakukan hari jumat.

Kasat Intelkam Polres Tuban, AKP M Sholeh mengatakan, penyegelan salah satu tempat ibadah di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio, dipicu karena konflik kepengurusan internal klenteng yang hingga saat ini belum beres.

Penyegelan tempat kebaktian umat Konghucu ini dilakukan oleh satu orang. "Satu orang tersebut merasa didzolimi oleh kepengurusan saat ini, karena merasa sakit hati lalu melakukan penyegelan tanpa sepengetahuan pengurus," kata Sholeh, Rabu (16/1/2019). 

Saat ini, menurut Sholeh, Polres Tuban telah melakukan upaya mediasi untuk ditindaklanjuti oleh Majelis Konghucu, agar permasalahan ini bisa segera diselesaikan secara internal. Meski dilakukan penyegelan, namun tidak ada unsur pidana atas kasus tersebut.

"Sudah kita upayakan agar segera diselesaikan internal, tidak ada unsur pidananya," pungkas Sholeh.

Seperti diketahui, Ketua Umum TITD Kwan Sing Bio, Gunawan Putra Wirawan mengatakan, penyegelan merupakan ulah internal satu sampai dua orang. Hal itu dikarenakan konflik yang sudah berlangsung lama dan belum berakhir. 

Kondisi seperti ini memang sulit, namun yang penting ketua umum tetap jalan sebagaimana mestinya. 
"Ya ini masalah internal, hingga berujung sama-sama tidak boleh masuk dan disegel ruangan kebaktian Konghucu," ungkap Gunawan.

Informasi yang dihimpun Suryamalang.com menyebutkan, penyegelan diketahui dilakukan Jumat (11/1/2019), malam. Petugas tak ada yang mengetahui siapa pelakunya, sebab saat aksi berlangsung CCTV tidak terkoneksi. 

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved