Kabar Mojokerto

Usai Maghrib, Tiba-tiba Banjir Seperti Tsunami, Hanyutkan 4 Rumah dan Seret Mobil Sejauh 500 Meter

#MOJOKERTO - Waktu di teras, saya melihat air seperti gelombang tsunami di sungai. Air itu berwarna kecoklatan dan membawa material pepohonan.

Usai Maghrib, Tiba-tiba Banjir Seperti Tsunami, Hanyutkan 4 Rumah dan Seret Mobil Sejauh 500 Meter
daendra kusuma
Banjir dan longsor melanda Dusun Jatisari Desa Gedangan Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jumat (18/1/2019). 

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - "Mobil saya ditemukan warga di bantaran sungai dalam keadaan hancur. Mobil saya terseret hingga 500 meter," kata Masbuchin, warga Dusun Jatisari Desa Gedangan Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (19/1/2019).

Sehari sebelumnya, Masbuchin tak dapat mengamankan mobilnya ketika mendadak terjadi banjir bandang usai Maghrib.

Mobil Chevrolet putih miliknya baru ditemukan Sabtu di bantaran sungai dan sudah dalam keadaan hancur.

Masbuchin hanya satu dari puluhan korban bencana banjir dan tanah longsor di dusun tersebut.

Korban lain, Ngatimah (40), menceritakan, banjir bandang terjadi pada pukul 18.30. Saat itu, Ngatimah kebetulan tengah berada di teras rumah.

"Waktu di teras, saya melihat air seperti gelombang tsunami di sungai. Air itu berwarna kecoklatan dan membawa material pepohonan. Air itu meluncur kencang, lama-kelamaan mendekat ke rumah," kata Ngatimah.

Tanpa berpikir panjang, dia berlari ke dalam rumah untuk menggendong buah hatinya dan menyyuruh dua adiknya serta keluarga lain untuk menggendong orangtuanya yang telah berusia senja.

"Saya tidak memikirkan harta benda di dalam rumah. Yang penting keluarga saya selamat. Hanya saja adik saya Sulistyono terluka pada bagian jarinya," ucapnya.

Dia menyebutkan, empat rumah itu diisi oleh 12 keluarganya. Setelah seluruh keluarganya berhasil ke luar rumah, Ngatimah melihat tetangganya kocar-kacir berlarian karena panik.

"Saat di luar, saya melihat tetangga pada berlarian," terangnya.

Tak seberapa lama, banjir bandang tersebut, menghancurkan rumahnya. Puing-puing dan harta bendanya lenyap terseret banjir. Saat ini yang tersisa hanyalah tembok bagian dapur rumah.

"Saya hanya bisa pasrah. Yang terpenting keluarga saya selamat. Sayabjuga sudah mendapat bantuan dari Dinsos," terangnya.

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved