Breaking News:

Kabar Tuban

Ketua Penilik Kwan Sing Bio: Tiga Orang Geger Terus hingga Kebaktian Konghucu Ditutup

Ketua Penilik Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio, Alim Sugiantoro mengatakan, penutupan tempat kebaktian merupakan risiko umat Konghucu.

Penulis: Mochamad Sudarsono | Editor: yuli
Mohammad Sudarsono
Ruang Lithang Konfusiani klenteng Kwan Sing Bio, Tuban yang digunakan untuk kebaktian Konghucu disegel. 

SURYAMALANG.COM, TUBAN - Ketua Penilik Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio, Alim Sugiantoro mengatakan, penutupan tempat kebaktian merupakan risiko umat Konghucu.

Menurutnya, mengapa kericuhan yang berujung penutupan itu terjadi. Itu adalah benang merahnya.

Tiga orang geger terus, hingga ruang Lithang Konfusiani yang digunakan kebaktian terpaksa harus ditutup oleh kordinator Konghucu, Bambang Djoko Santoso.

"Tiga orang ini geger terus, ada pendeta Antonius Ong yang memberikan santapan rohani Konghucu, Wakil Ketua Umum, Liu Pramono dan Bambang Djoko Santoso," ujar Alim dikonfirmasi, Sabtu (19/1/2019).

Meski menyebut tiga orang yang kerap geger, namun Alim menyatakan, jika kericuhan itu dipicu oleh Antonius.

Sebab, selaku pendeta dia kerap menyatakan ceramah yang keras dan tidak pantas disampaikan sebagai orang ahli agama, terkesan emosional.

Bahkan, Alim juga menganggap Antonius terlalu ikut campur terkait masalah kepengurusan Kwan Sing Bio.

"Dia ceramah keras, tidak pantas, apalagi ikut mencampuri kepengurusan," terangnya.

Dia tidak tahu kapan penyegelan ruang kebaktian Konghucu akan berakhir, namun saat ini masalah tersebut sudah disampaikan kepada pengurus Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin).

Sikap ketua umum Kwan Sing Bio juga berpengaruh, karena dia yang menentukan apakah Antonius ini masih dijadikan pendeta atau dihentikan.

"Sampai saat ini ketua umum masih belum berkomentar, jadi kita tidak tahu kapan penyegelan ini akan berakhir dan umat Konghucu bisa melakukan kebaktian lagi," Pungkasnya.

Pantauan di lapangan, sampai saat ini umat Konghucu tidak bisa melakukan kebaktian di ruang Lithang, yang biasanya dilakukan setiap Jumat. Umat Konghucu hanya bisa sembahyang di altar Tri Nabi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved