Breaking News:

Kabar Tuban

Kuliner Esktrem dari Tuban: Makanan Berbahan Tanah Liat ini Diyakini Bisa Sembuhkan Penyakit

Ingin mencoba kuliner esktrem? Datanglah ke Tuban, Jawa Timur. Penduduk di sana punya makanan bernama Ampo yang terbuat dari tanah liat!

Penulis: Mochamad Sudarsono | Editor: yuli
mohammad sudarsono
Pembuat Ampo, Sarpik (40), warga Dusun Trowulan, Desa Bektiharjo Kecamatan Semanding, Tuban, Ampo yang terbuat dari tanah liat hitam ini diyakini bisa mengobati dua jenis penyakit: penyakit panas dalam dan gatal-gatal. 

SURYAMALANG.COM, TUBAN - Ingin mencoba kuliner esktrem? Datanglah ke Tuban, Jawa Timur. Penduduk di sana punya makanan bernama Ampo yang terbuat dari tanah liat dan diyakini bisa menyembuhkan penyakit.

Menurut pembuat Ampo, Sarpik (40), warga Dusun Trowulan Desa Bektiharjo Kecamatan Semanding, Tuban, Ampo yang terbuat dari tanah liat hitam memang bisa mengobati dua jenis penyakit: panas dalam dan gatal-gatal.

"Bisa mengobati penyakit panas dalam dan gatal," Kata Sarpik kepada SuryaMalang.com, sambil membuat ampo di dapurnya, Senin (21/1/2019).

Dia menjelaskan, adapun cara untuk mengobati dua penyakit itu adalah sebagai berikut.

Untuk panas dalam, caranya ampo yang sudah matang direndam air biasa di dalam gelas, setelah Ampo hancur airnya lalu diminum.

Sedangkan kalau untuk obat gatal-gatal, tanah liat yang belum terbentuk ampo bisa direndam sama air, setelah tanah hancur baru airnya dipakai untuk mandi.

"Caranya seperti itu, untuk obat panas dalam dan gatal-gatal. Sudah teruji banyak yang sembuh, bahkan juga bisa untuk melancarkan pencernaan," ucapnya menegaskan.

Ibu empat anak itu menambahkan, orang dari luar kota, termasuk luar pulau Jawa juga sering membawa Ampo untuk oleh-oleh.

Lebih dari itu, orang luar negeri pun juga melakukan hal sama, yakni membawa ampo pulang ke kampung halamannya. Untuk harganya per kilo Rp 10 ribu.

"Orang luar negeri juga bawa Ampo untuk oleh-oleh, sering wisatawan lokal atau luar negeri kalau ke sini bawa Ampo," pungkasnya.

Sekadar diketahui, usaha produksi ampo ini diyakini oleh Sarpik sudah berlangsung sejak zaman Belanda. 

Sebab, pembuatan ampo sudah turun-temurun dari lima generasi, dan dia merupakan generasi kelima.

PETA - Desa Bektiharjo Kecamatan Semanding, Tuban

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved