Malang Raya

Program Pemeriksaan Bagi Ibu Hamil Bantu Dinkes Deteksi Dini HIV

Jumlah pengidap HIV di Kota Malang pada 2018 sebanyak 4614 orang. Angka itu terbilang banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya.

benni indo
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Asih Tri Rachmi Nuswantari. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Jumlah pengidap HIV di Kota Malang pada 2018 sebanyak 4614 orang. Angka itu terbilang banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pengidap HIV yang rutin berobat di Puskesmas atau Rumah Sakit berjumlah 1136 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Asih Tri Rachmi Nuswantari menjelaskan, salah satu meningkatnya angka itu karena adanya program pemeriksaan HIV terhadap ibu hamil. Di sisi lain, semakin terbukanya pengidap terhadap kondisi kesehatannya.

Menurut Asih, masyarakat semakin sadar betapa pentingnya memeriksakan kesehatan saat ini. Dulu banyak yang tidak memeriksakan sehingga tidak terdeteksi.

“Sekarang semakin tinggi karena temuannya semakin banyak. Yang mendorong memang ada program kalau ibu hamil, salah satunya diperiksa HIV. Hal itu kaitannya tentang meningkatkan kualitas janin ke depannya. Memang ibu hamil secara suka rela periksa,” ujar Asih, Selasa (22/1/2019).

Dijelaskan Asih, program pemeriksaan terhadap ibu hamil juga memberikan dampak yang signifikan. Program yang telah dijalan sekitar tiga tahun lalu itu dinilai bisa membantu pengidap HIV untuk mencegah menyebarnya virus.

Dari tahun ke tahun pengidap HIV angkanya fluktuatif. Dijelaskan asih, dalam empat tahun terakhir jumlah pengidap baru beragam yakni tahun 2015 ada 194, 2016 ada 211, 2017 ada 260, dan 2018 ada 211.

Upaya yang dilakukan Dinkes Kota Malang kepada warga yang terdampak HIV yakni dengan memberikan obat ARV atau Antiretroviral. Obat ARV terbukti ampuh untuk mencegah virus HIV yang menyebar ke seluruh tubuh.

"Jadi obat ini sifatnya mengendalikan virus HIV agar tidak menular dan bukan mengobati. Orang yang terkena HIV jika mengkonsumsi obat ini tidak akan menularkan penyakitnya itu ke orang yang belum terjangkit, asalkan pemakaiannya rutin," terangnya.

Dinas Kesehatan Kota Malang telah mewajibkan ibu hamil untuk memeriksa sejumlah penyakit antara lain HIV, TBC, sifilis dan hepatitis. Hal itu dilakukan untuk kebaikan ibu dan bayi yang dikandungnya.

Hingga Agustus 2018 sebanyak 1320 ibu hamil yang menjalani pemeriksaan di 12 Puskesmas dan 7 Rumah Sakit di Kota Malang. Diketahui 20 ibu hamil dinyatakan postif HIV. Ibu hamil diperiksa karena mudah untuk pengawasan dan penanganan agar tak menularkan penyakit berbahaya kepada balita. 
 

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved