Kabar Mojokerto

Jalur Pendakian Gunung Penanggungan Mojokerto Ditutup Akibat Cuaca Buruk

Penutupan jalur berlaku mulai Rabu (23/1) pagi. Pihaknya akan membuka jalur kembali, apabila cuacanya membaik.

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Achmad Amru Muiz
suryamalang.com/Danendra Kusuma
Pendaki gunung Penanggungan Mojokerto terpaksa turun lebih cepat karena cuaca ektrim, Rabu (23/1). 

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Jalur pendakian Gunung Penanggungan via Tamiajeng, Trawas, Kabupaten Mojokerto ditutup akibat cuaca ekstrim. Kemarin, Wilayah Tamiajeng diguyur hujan lebat disertai angin kencang, Selasa (22/1).

Petugas pos penjagaan Tamiajeng, Suaidi mengatakan, penutupan jalur berlaku mulai Rabu (23/1) pagi. Pihaknya akan membuka jalur kembali, apabila cuacanya membaik.

"Kami tidak mau ambil risiko, maka kami putuskan menutup jalur. Jalur tutup mulai hari ini sampai waktu yang tak bisa ditentukan atau sampai cuaca membaik," katanya.

Dia menjelaskan, dari data yang diperoleh oleh BMKG, cuaca ekstrim berlangsung mulai hari ini Rabu hingga Kamis (31/1). Puncak cuaca eksi terjadi pada Sabtu (26/1) sampai Senin (28/1).

"Selain suhu lebih dingin, yang paling mengerikan saat cuaca ekstrim yakni badai dan petirnya. Kalau potensi longsor lebih kecil di area gunung," terangnya.

Suaidi melanjutkan, dari data yang dia peroleh melalui website prakiraan kondisi gunung, kecepatan angin pukul 3 pagi hingga kini mencapai 50 km/jam. Sedangkan suhunya mencapi 17 derajat celsius.

"Amannya kecepatan angin bagi para pendaki yakni 10 km/jam sampai 15 km/jam," lanjutnya.

Suaidi mengungkapkan, setelah mendapat laporan prakiraan cuaca dari BMKG pihaknya langsung menyusul para pendaki yang masih berada di puncak. Sebanyak 4 orang dari petugas pendakian dan relawan dikerahkan untuk menjemput pendaki.

"Kami menyusul 4 rombongan pendaki yang terdiri dari 13 orang. Kondisinya baik-baik saja. Kami juga terpaksa melarang 10 pendaki yang hendak naik ke Gunung Penanggungan pagi tadi," ungkapnya.

Sementara, Aryo (18), salah satu pendaki yang dijemput oleh petugas dan relawan mengatakan, dirinya bersama 4 kawannya terjebak cuaca buruk. Kondisi 200 meter di bawah puncak diguyur hujan lebat dan angin kencang.

"Hujan dan angin kencang terjadi sekitar pukul 01.00, Rabu (23/1). Pohon-pohon banyak yang roboh. Saya berdiri saja tidak bisa. Kami tidak berani mendirikan tenda. Kami memilih berlindung di dalam gua," ucapnya.

Pendaki lain bernama Jeffry Saifullah (21) mengatakan hal senada. Kondisi cuaca di Gunung Penanggungan cukup ekstrim. Menurutnya, hujan dan badi terjadi dari pukul 15.00 Selasa (22/1) hingga pukul 08.00 Rabu (23/1).

"Saya bersama 4 teman yang lain berusaha memegang besi tenda, supaya tidak terbawa angin," urainya.

Sementara itu Bagus Indra (18) pendaki asal Surabaya terpaksa mengubur keinginannya mendaki Gunung Penanggungan.  Akibat cuaca buruk, petugas terpaksa melarangnya mendaki.

"Saya tidak bisa mendaki, karena cuaca buruk. Saya juga tidak tahu kalau jalur pendakian ditutup. Untuk mengobati rasa kecewa, saya akan mendaki Gunung Pundak," pungkasnya. 

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved