Breaking News:

Kabar Solo

Alditra Prabandari Bertemu Pria Calon Pembeli iPhone 6S di Rumahnya, Ternyata. . .

Transaksi cash on delivery (COD) atau pembayaran barang saat bertatap muka tidak selalu aman dari penipuan. Buktinya, Alditra Prabandari (28)...

KOMPAS.com/LABIB ZAMANI
Pelaku penipuan online, Donny Hariawan (38) diamankan di Mapolsek Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (24/1/2019). 

SURYAMALANGl.COM, SOLO - Transaksi cash on delivery (COD) atau pembayaran barang saat bertatap muka tidak selalu aman dari penipuan. Buktinya, Alditra Prabandari (28), warga Solo, Jawa Tengah, bisa tertipu oleh Donny Hariawan (38), warga Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Beruntung, anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Laweyan, Solo, akhirnya meringkus Donny Hariawan di Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (20/1/2019).

Kapolsek Laweyan Kompol Ari Sumarwono mengatakan, penangkapan tersebut membutuhkan waktu selama tiga hari.

Awalnya, Alditra Prabandari berniat menjual ponsel iPhone 6S kepada pelaku melalui situs online.

Pelaku kemudian menemui korban ke rumahnya untuk mengecek ponsel yang ditawarkan tersebut. Setelah cocok dengan harga yang disepakati, Rp 4,1 juta, korban memberikan nomor rekening kepada pelaku.

Seolah telah mentransfer, pelaku kemudian menunjukkan bukti transfer uang tersebut kepada korban melalui SMS. Setelah itu, pelaku membawa pergi ponsel milik korban.

"Setelah dicek ternyata uangnya belum masuk. Bukti transfer uang yang ditunjukkan pelaku itu ternyata palsu. Pelaku mengetik sendiri bukti transfer sesuai dengan nominal transaksi," kata Kapolsek di Mapolsek Laweyan, Solo, Kamis (24/1/2019).

Pelaku yang mengaku sebagai anak band di Bandung ini sudah beberapa kali melancarkan aksi penipuan tidak hanya di Kota Solo, tetapi juga di Semarang, Jawa Tengah. Di Semarang korbannya ada dua orang.

"Dari pengakuan pelaku hasil penipuannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pelaku sudah melakukan penipuan tiga kali di Solo dan Semarang," ujarnya.

Polisi juga menyita dua unit telepon genggam yang merupakan hasil kejahatan dan sarana pelaku untuk melancarkan aksinya.

Pelaku dijerat Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penipuan dengan ancaman hukuman paling lama empat tahun penjara. kompas.com

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved