Malang Raya

Respon Mahasiswa Univesitas Brawijaya Terkait Larangan Ojek Online Masuk ke Lingkungan Kampus

Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Kota Malang memberi respon beragam terkait larangan ojek online (ojol) masuk lingkungan kampus.

Respon Mahasiswa Univesitas Brawijaya Terkait Larangan Ojek Online Masuk ke Lingkungan Kampus
SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar
Pengendara kendaraan bermotor termasuk ojek online yang akan melintas di depan pintu masuk Universitas Brawijaya Malang, Sabtu (26/1/2019). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Kota Malang memberi respon beragam terkait larangan ojek online (ojol) masuk lingkungan kampus.

Mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan UB, Deka Kusuma tidak masalah kalau driver ojek online dilarang masuk kampus.

Menurutnya, larangan tersebut sudah lama diterapkan namun hasilnya tetap saja banyak ojol yang memasuki UB.

“Sebenarnya larangan ini ramai diperbincangkan di sini sudah beberapa bulan lalu.”

“Bahkan sempat ada spanduk di pintu masuk. Namun, tetap saja aturan ini tidak berjalan efektif,” ucap mahasiswa asal Semarang ini kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (26/1/2019).

Di sisi lain, jika larangan tersebut resmi diberlakukan, maka akan membuat driver ojol menurunkan penumpangnya di depan pintu masuk.

Untuk itu ia berharap pihak Universitas bisa melayani mahasiswanya dengan baik mengingat luasnya wilayah UB itu sendiri.

“Kalau UB menyediakan kendaraan antar jemput ke setiap fakultas pasti banyak mahasiswa yang meresponny dengan baik, tapi ya dilihat saja nanti.”

“Karena jumlah mahasiswa di sini juga banyak,” imbuhnya.

Pantuan SURYAMALANG.COM, tidak banyak ditemui Ojol yang berhenti atau ngetem di dalam kampus Universitas Brawijaya pada hari ini.

Halaman
12
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved