Kabar Surabaya

Fakta Sidang Driver Ojek Online Ahmad Hilmi Hamdani, Korban Meninggal Bukan Karena Kecelakaannya

Fakta sidang menyebutkan korban yang merupakan penumpang driver ojek online Ahmad Hilmi Hamdani meninggal dunia 2 bulan setelah kejadian kecelakaan

Editor: Dyan Rekohadi
ISTIMEWA
Suasana di ruang sidang PN Surabaya di mana driver ojek online Ahmad Hilmi Hamdani menjalani sidang, Rabu (30/1/2019) 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Deretan fakta baru terungkap dalam sidang kasus hukum driver ojek online atau Ojol, Ahmad Hilmi Hamdani yang diwarnai aksi ribuan driver Ojol di PN Surabaya, Rabu (30/1/2019).

Dalam sidang Ahmad Hilmi Hamdani yang didatangi ribuan driver Ojol se Jatim di PN Surabaya itu terungkap fakta sidang ternyata korban meninggal akibat sesak napas, dan bukan akibat kecelakaan.

Fakta sidang lain menyebutkan korban yang merupakan penumpang driver ojek online Ahmad Hilmi Hamdani saat itu meninggal dunia dua bulan setelah kejadian kecelakaan yang mereka alami.

Sidang kasus hukum Ahmad Hilmi Hamdaniberisi agenda mendengar keterangan saksi.

Penampakan Rumah Bu Dendy Tulungagung yang Kinclong & Mewah, Tapi Ada Lorong Kegelapan yang Unik

Siswi & Siswa SMP Madiun Berhubungan Intim di Kamar Remang-remang, Video Tersebar Karena Putus Cinta

Anggota DPRD Kota Malang Protes Perihal Aksi Penyobekan Amplop Yang Dilakukan Grace Natalie

Ada dua saksi kunci yang dihadirkan yakni M Taufik (42) warga Kalianak timur, seorang saksi dari Anggota Kepolisian Surabaya yang memproses Berita Acara Penyidikan (BAP) Kecelakaan yang dialami Hilmi.

Saksi kunci berikutnya adalah seorang Anggota TNI AL bernama Miftakhul Effendi, yang diketahui sebagai pengendara motor yang terlibat dalam insiden kecelakaan dengan Ahmad Hilmi Hamdani

Hans Edward, Kuasa Hukum Ahmad Hilmi Hamdani menyebut kasus yang mendera kliennya sebenarnya cukup sederhana.

Cukup mencari penyebab pasti dari meninggalnya Umi Insiyah, Hakim bisa langsung putuskan siapa yang bersalah.

"Cukup sederhana sebenarnya. Tadi para saksi sampaikan, ternyata korban meninggal akibat sesak napas, dan bukan akibat kecelakaan," katanya.

Hal itu ternyata dibenarkan, setelah memperoleh keterangan dari saksi tambahan yakni Lutfi Efendi anak kedua dari korban.

Dari keterangan saksi Lutfi diketahui ternyata korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia tiga bulan setelah insiden kecelakaan yang melibatkan Ahmad Hilmi Hamdani.

"Saya tanya tadi meninggalnya 25 Juni 2018 itu kan 3 bulan (2 bulan *red) setelah kecelakaan. Makanya kami cari penyebab pasti meninggalnya korban," lanjutnya.

Keterangan yang disampaikan pihak kuasa Hukum Terdakwa, ternyata dibenarkan oleh Lutfi Efendi saat ditemui TribunJatim.com (Grup SURYAMALANG.COM) seusai sidang.

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan pihak Puskesmas yang melakukan pemeriksaan terhadap ibunya sesaat setelah meninggal, ternyata ibunya meninggal karena mengalami shock.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved